|
Jawa Timur
Akbar Ancam Recall Legislator Golkar
Rabu, 15 September 2004 | 17:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jember:Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengancam akan melakukan pergantian antar waktu atau me-recall anggota Dewan asal Golkar baik di DPR, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota yang tidak mendukung Megawati.
"Tentunya kita akan memberikan sanksi yang tegas kepada semua kader Golkar yang tidak taat pada keputusan partai, termasuk anggota Dewan dari Partai Golkar, mereka juga akan kita tindak tegas," katanya usai membuka acara Rekonsiliasi Kebangsaan se-Jawa-Bali di GOR Kaliwates Kabupaten Jember, Rabu (15/9) siang.
Ancaman recall itu, tambahnya, merupakan upaya serius pihak DPP Partai Golkar demi menjaga kebijakan DPP Golkar yang menjadi motor Koalisi Kebangsaan. Karenanya, Akbar juga mengaku siap untuk menghadapi ancaman tuntutan hukum yang akan dilakukan sejumlah fungsionaris Partai Golkar yang dipecat keanggotaannya.
"Kalau nanti mereka juga akan melakukan gugatan, silakan saja, kami siap melayani. Nanti akan kami lihat sejauh mana materi gugatannya," tegas Ketua Koalisi Kebangsaan itu.
Sementara, dalam acara Rekonsiliasi Kebangsaan yang dihadiri tokoh lintas agama di GOR Kaliwates, Jember, Akbar juga meminta kepada masyarakat untuk mendukung Mega-Hasyim. "Seperti kita ketahui bersama, Bu Mega adalah pemimpin bangsa yang berjiwa nasionalis, sementara Hasyim Muzadi adalah pemimpin dan pemuka agama yang mempunyai wawasan kebangsaan yang sangat luas. Beliau adalah pemimpin ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama,"ujar Akbar.
Pada kesemaptan yang sama, Akbar berjanji akan mengajak Mega untuk datang ke Jember. "Kalau beliau terpilih menjadi presiden, maka saya akan mengajak untuk kembali ke Jember," ujar Akbar.
Hadir dalam acara tersebut Ruhut Sitompul, Tosari Wijaya (PPP), Ruyandi Hutasoit (PDS), dan sejumlah pengurus DPW Partai Golkar dan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur lainnya.
Sementara, Sudarisman, anggota KPUD Jember kepada Tempo menegaskan bahwa acara rekonsiliasi tersebut tidak termasuk kampanye. "Ini tidak termasuk dalam kategori kampanye. Kita memang sedang memantau, kalau kampanye tentunya kita sudah membubarkan. Tapi kita lihat tidak ada bendera atau atribut partai dan tidak ada yel-yel dukungan untuk capres," katanya singkat.
Mahbub Djunaidy - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|