Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

BEM UGM Kutuk Pemboman di Kuningan
Senin, 13 September 2004 | 16:38 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Aksi keprihatinan atas tragedi bom di Kuningan, Jakarta, masih terus berlangsung. Kali ini, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM menggelar aksi keprihatinan di bundaran kampus setempat, Senin (13/9). Selain mengutuk aksi pemboman yang menelan korban jiwa itu, BEM UGM juga menuntut jajaran kepolisian bekerja ekstra keras untuk mengungkap siapa pelakunya.

Aksi dimulai pada pukul 10.00, diwarnai dengan berbagai orasi, happening art dan pemberian bunga kepada pengguna jalan. Dalam happening art, pengunjuk
rasa meletakkan sebuah boneka yang dibungkus kain putih layaknya sesosok mayat. Secara bergantian mereka menabur bunga di atas mayat tiruan itu sebagai tanda berkabung bagi korban pemboman di depan Kedubes Australia di Jakarta.

Beberapa mahasiswi juga membagikan bunga kepada para pengguna jalan yang sedang melintas di dekat bundaran UGM. Pada tangai bunga yang dibagi-bagikan itu tertulis "bersama mewujudkan Indonesia yang aman, damai dan tanpa kekerasan".

Askar, koordinator lapangan, menyatakan aksi yang dilakukan BEM UGM ini dimaksudkan sebagai bentuk keprihatinan atas budaya kekerasan yang terus
terjadi di Indonesia belakangan ini. Menurut Askar, aksi ini juga menjadi penegasan sikap kalangan mahasiswa dan juga masyarakat Indonesia untuk menolak cara-cara yang tidak manusiawi dan tindakan kekejaman yang akhir-akhir ini marak terjadi dengan cara peledakan bom.

Melalui aksi ini BEM UGM menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di depan Kedubes Australia di Jakarta serta aksi
pemboman lainnya di tanah air. "Pemboman di Kuningan itu telah memakan banyak korban warga yang tidak berdosa dan telah menimbulkan rasa tidak aman ditengah masyarakat serta berakibat turunnya martabat bangsa Indonesia di mata dunia internasional," tegas Askar.

Kepada jajaran kepolisian, BEM UGM menuntut agar bekerja dengan objektif dan professional dalam mengusut kasus peledakan bom Kuningan itu. BEM UGM juga menuntut diadakannya reformasi intelejen negara untuk mewujudkan keamanan di tengah masyarakat.

Heru CN - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ngruki Bantah Ba'asyir Ketahui Bom Kuningan
Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga Tersangka Bom
Siaga Satu Mulai Hari Ini
Polri Doa Bersama di Depan Kedubes Australia
Dubes Australia Peringatkan Warganya
Amien Minta Pelaku Pemboman Segera Diungkap
Polisi Gelar Rekonstruksi Pertama Bom Kuningan
Tabur Bunga untuk Korban Bom Kuningan
Dua Hotel dan Satu sekolah di Pekanbaru Diancam Bom
Kepala Puslabfor: Ada Kesamaan Bahan Bom
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data