Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Keraton Surakarta Punya Dua Raja
Jum'at, 10 September 2004 | 15:51 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi, putra laki-laki tertua Pakoe Boewono XII dari isteri selir ketiganya, GRAy Pradapaningrum, Jumat (10/9) dinobatkan menjadi raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Dia menyandang gelar Sahandhap Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Paku Buwono Senapati Ing Alaga Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Ingkang Jumeneng Kaping Tigawelas Ing Kratondalem Surakarta Hadiningrat.

Dengan demikian, keraton Surakarta kini resmi memiliki dua raja, karena sebelumnya putra PB XII lainnya, KGPH Tedjowulan juga menobatkan dirinya sebagai PB XIII dan sama-sama menggunakan gelar yang sama, pada tanggal 31 Agustus lalu. Bedanya, penobatan Gusti Tedjo tidak dilakukan di dalam keraton sebagaimana yang dilakukan Gusti Behi karena saat itu keraton digembok para pendukung Gusti Behi.

Penobatan Gusti Behi dilakukan dengan penjagaan ketat. Seluruh jalan masuk menuju kompleks keraton dijaga oleh ratusan massa yang mengenakan seragam hitam-hitam. Selain itu aparat kepolisian juga dikerahkan, termasuk pasukan Brimob dan Tim Jihandak dari Polda Jawa Tengah. Sebelumnya memang ada kekhawatiran saat penobatan akan terjadi aksi teror dan penolakan oleh warga pendukung Tedjowulan.

Prosesi jumenengan dimulai dengan pengukuhan Gusti Behi sebagai putra mahkota dengan melakukan sumpah kepada Tuhan dan leluhur di depan krobongan ndalem prabayusaya. Ritual tersebut secara otomatis menjadikan dia sebagai putra mahkota dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegara Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram. Selanjutnya bersama dengan putradalem lainnya, mereka menuju sitihinggilkraton yang berada di sebelah selatan Alun-alun utara kraton.

Setelah itu dia duduk di sewayana manguntur tangkil lalu dilantik menjadi PB XIII oleh KGPH Haryo Mataram, satu-satunya putra lelaki PB X yang masih hidup dan kini menjadi pangeran sepuh di Kraton Surakarta. Pelantikan itu ditandai dengan penyematan bintang Suryawasesa, bintang kebesaran raja. Namun, karena bintang Suryawasesa merupakan benda pusaka yang masih disimpan di Ndalem Ageng yang kuncinya dipegang oleh Pengageng Parentah Kaputren, GK Ratu Alit, yang berpihak ke Tedjowulan, bintang yang dikenakan hanya berupa duplikat.

Prosesi Jumenengan Nata atau penobatan menjadi raja ini berlangsung sekitar satu jam. Sejumlah kursi yang disediakan panitia lebih banyak kosong tak terisi. Tidak ada pejabat negara yang datang. Hanya terlihat Guruh Soekarnoputro yang hadir didampingi Walikota Solo, Slamet Suryanto. Sedangkan tiga pengageng atau petinggi lembaga utama Kraton Surakarta tidak hadir karena mereka telah sepakat menobatkan Tedjowulan

Sekitar pukul 11.30 WIB, acara diistirahatkan untuk memberikan kesempatan kepada undangan melaksanakan salat Jumat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pisowanan ageng mios siniwaka dengan acara tunggal yakni sajian Bedhaya Ketawang, sebuah tari sakral yang hanya disuguhkan dalam acara tingalan jumengang.

Imron Rosyid - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tukang Becak Solo Demo KGPH Hangebehi
Panitia Jumenengan Hangabehi Ancam Bongkar Paksa Ruang Penyimpanan Pusaka
DPRD Solo Panggil Dua Kubu Keraton yang Bertikai
Pendukung Tedjowulan Mengadu ke DPRD
Kapolwil Solo Sinyalir Ada yang Tunggangi Konflik Internal Keraton
Pendukung Tedjo Demo Didepan Keraton
Konflik Keraton Surakarta Menuju Pengadilan
Warga Baluwarti Laporkan Keraton Solo ke Polisi
Penobatan KGPH Tedjowulan Dipindah


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data