|
Jawa Timur
Arus Bawah Kader Golkar Jember Pecah
Senin, 06 September 2004 | 18:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jember: Perpecahan di kalangan kader Partai Golkar Kabupaten Jember soal dukungan kepada pasangan capres-cawapres, mulai meluas. Menjelang pemilihan presiden putaran kedua ini, sedikitnya Pengurus dan Pimpinan tingkat Kecamatan (PK) Partai Golkar di 25 (dari 31) kecamatan di wilayah Kabupaten Jember telah menyatakan mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla.
"Dukungan itu sudah bulat. Kami memang merasa harus terbuka menyatakan dukungan dan aspirasi kader Golkar di tingkat bawah dalam pilpres nanti, meskipun tidak sejalan dengan garis pimpinan partai di Pusat, Provinsi maupun Kabupaten," tegas Soni Harsono, 44 tahun, Ketua Paguyuban Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Jember kepada Tempo News Room, Senin (6/9) pagi.
Sebagai wujud dukungan itu, Soni bersama sejumlah Pengurus Kecamatan Partai Golkar Jember menemui Ketua Kosgoro, Hayono Isman yang datang ke Jember, Minggu (5/9) malam.
Kini tinggal kader Golkar di 6 Kecamatan saja yang masih mengikuti garis kebijakan dari DPP, DPW Golkar Jatim maupun DPD Partai Golkar Jember yakni, Kecamatan Kencong, Semboro, Sumberbaru, Panti, Rambipuji, dan Sukowono.
Menurut Sony, keputusan dukungan kepada pasangan SBY-Kalla oleh Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar itu merupakan wujud pemenuhan aspirasi arus bawah. "Kalau dalam putaran pertama dulu memang mayoritas kader Golkar di tingkat bawah mendukung pasangan Wiranto - Salahudin Wahid. Tapi dalam putaran kedua, kader Golkar berpasangan dengan SBY, jadi kami juga harus mengalihkan dukungan daripada golput," tambahnya.
Untuk itu, Soni beserta sejumlah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar lainnya mengaku telah menjalin hubungan intensif dengan Tim Sukses SBY-JK di Jember. Para pengurus tingkat kecamatan yang mengaku didukung oleh ribuan massa arus bawah Partai Golkar Jember itu juga mengaku tidak takut akan mendapatkan sanksi dari induk organisasi mereka.
Menerima dukungan itu, koordinator Komite Masyarakat Pendukunga SBY-MJK Kabupaten Jember, Yusuf Sumarno mengaku gembira. "Ini menggembirakan kami. Selain menunjukkan dukungan kepada SBY-JK, juga merupakan wujud demokrasi. Artinya, kader partai di bawah, dengan pilihan nurani politik, mereka berani berbeda pendapat dengan pimpinan," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPD Partai Golkar Kabupaten Jember, Machmud Sardjujono mengaku belum tahu tentang pernyataan dukungan itu. "Sejauh ini saya belum melihat benar-benar ada dukungan seperti itu," katanya usai rapat pleno di gedung DPRD Jember.
Meski demikian, Machmud mengakui sejak kekalahan pasangan Wiranto-Wahid di pilpres putaran pertama lalu, kader Golkar di Jember, mulai terpecah dukungannya, antara pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dengan SBY-MJK. "Kami di DPD Golkar Jember tetap yakin akan lebih banyak kader yang mendukung Mega-Hasyim. Dan meskipun begitu, kami tidak akan memberikan sanksi kepada para kader itu. Kami hanya akan memberikan pembinaan dan pendidikan politik," tambahnya.
Mahbub Djunaidy - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|