Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

JawaTengah

Di Banyumas, Pekerja Bentrok dengan Aparat
Jum'at, 03 September 2004 | 18:00 WIB

TEMPO Interaktif, Banyumas: Ratusan pekerja PT Kayu Sengon BS di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dalam demonstrasi menentang pemutusan instalasi listrik terhadap pabrik tempat mereka bekerja, Jumat siang (3/9). Bentrokan terjadi karena para pekerja memblokade jalan masuk pabrik untuk menghadang pasukan polisi dan petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang datang memeriksa dan memutus aliran listrik perusahaan.

Bentrokan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, yaitu setelah polisi memberi peringatan agar ratusan pekerja yang menutupi jalan masuk ke lokasi pabrik agar
membubarkan diri. Karena massa membandel, akhirnya
polisi memaksa masuk sehingga bentrokan tidak bisa
dihindarkan. Dalam bentrok itu beberapa pekerja lecet-lecet terkena tameng polisi.

Bentrokan mereda. Para pekerja lalu memberi jalan
pada polisi setelah polisi dan petugas PLN menyatakan
bakal menyeret masalah aliran listrik itu ke meja
hijau jika pekerja tidak mengizinkan petugas PLN
masuk. Setelah itu petugas PLN bertemu dengan pihak manajemen perusahaan. Sebagai jalan tengah, direktur perusahaan Robi, dimintai keterangan di Polres Banyumas. Sementara itu, PLN juga menunda pemutusan hubungan listrik di pabrik.

Hari ini adalah hari kedua para pekerja memblokir jalan masuk. Sehari sebelumnya rombongan polisi dan petugas PLN mengurungkan niat memasuki areal pabrik karena hadangan serupa. Saat itu para pekerja juga memarkir sebuah truk berisi kayu gelondongan tepat di jalan masuk pabrik untuk menghalangi petugas PLN.

Masalah tersebut muncul setelah PLN menemukan kejanggalan pada pemakaian arus listrik oleh perusahaan eksportir lunch box itu. Humas PT PLN Area Pelayanan Jaringan Purwokerto Samsino menyatakan, dugaan penyalahgunaan aliran listrik itu terjadi dalam operasi Penertiban Pemakaian Aliran Listrik (P2AL) yang digelar PLN, 23 Agustus 2004 lalu. Ketika memeriksa instalasi listrik di perusahaan ini, petugas PLN menemukan kelainan instalasi pada kotak listrik. " Ada 2 kabel terlepas dan skrup yang kendor. Yang pasti akibat kelainan itu pemakaian listrik menjadi hanya tercatat sepertiga arus yang telah digunakan," katanya.

Catatan PLN menyebut, tagihan rekening listrik PT Kayu
Sengon menurun drastis sejak Juni 2003. Jika biasanya rata-rata tagihan listrik mencapai antara Rp 40 juta - Rp 50 juta per bulan, sejak Juni 2003 tagihannya hanya sekitar Rp 20 juta - Rp 25 juta per bulan. Data PLN mengungkap, perusahaan itu masih menunggak rekening sejumlah Rp 440 juta. "Kami lalu ingin mencari penyebabnya, apakah ini karena kerusakan boks atau karena ada sebab yang lain. Tetapi kami dihalang-halangi para pekerja dengan demonstrasi," ujarnya.

PLN datang ke pabrik tersebut, pertama kali pada 26 Agustus lalu. Kedatangan pertama langsung disambut demonstrasi ratusan karyawan pabrik yang mempekerjakan 600 orang itu. Para pekerja pabrik itu khawatir akan kehilangan pekerjaan jika listrik dimatikan PLN. Pihak pabrik juga menolak bertanggungjawab terhadap kerusakan boks listrik karena mengaku bukan mereka yang merusakkannya. "Padahal aturan yang ada menyebut, kerusakan boks listrik ditanggung pihak pemakai," kata Samsino.

Dialog yang digelar pihak PLN Unit Pelayanan dan
Jaringan (UPJ) Ajibarang dengan pabrik, difasilitasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Banyumas saat itu, gagal. PT Kayu Sengon BS tidak mau bertanggungjawab atas kerusakan itu. Samsino menyatakan, dalam boks listrik itu beberapa kabel
belum tersambung. "Karenanya kami mau mengambil boks
yang lama lalu akan kami ganti dengan yang baru. Tapi
kami tidak bisa melakukannya karena para pekerja
menentang rencana itu," kata Samsino.

Ari Aji HS - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kader Golkar Daerah Tolak Koalisi Kebangsaan
Ratusan Massa Demo Pelantikan DPRD Depok
UPC Kembali Desak Sutiyoso Mundur
Unjuk Rasa di KPU Jateng, Ricuh
Polisi Bantah Menangkap Mahasiswa
Tujuh Mahasiswa Diamankan Petugas
Mesin PLTGU Pemaron Bermasalah
Aksi Demo Warnai Pelantikan DPRD Kota Batam
Humanika Desak Anggota DPRD Peduli Narkoba
Koalisi Perempuan Tolak RUU TNI
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan
Kronologi Penyerbuan ke Kampus UMI
Keppres RI No. 166 Tahun 1999 Tentang Tim Restrukturisasi dan Rehabilitasi PT. ( Persero ) Perusahaan listrik Negara
UU RI nomor 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Gratis BBM Setahun dari Chevrolet
Adu Mahir Observasi Bintang
Toyota Turunkan Target 2009
Polisi Jawa Barat Ingatkan Pelaku Pembajakan
Ketinggian Pohon Punya Batas

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data