|
Jawa Timur
PKB Jatim Resmi Dukung SBY-Kalla
Jum'at, 03 September 2004 | 17:26 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur (Jatim) secara resmi mendukung pencalonan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono(SBY)-Jusuf Kalla sebagai calon presiden-wakil presiden, meskipun hasil Mukernas III PKB memutuskan netral dalam pemilihan presiden putaran kedua 20 September mendatang.
Demikian disampaikan Ketua DPW PKB Jatim Choirul Anam kepada wartawan seusai melakukan sosialisasi hasil Mukernas III PKB kepada DPC-DPC se-Jatim, Jumat, (3/9). “PKB Jatim memutuskan mendukung SBY-Kalla dalam pilpres mendatang. Tapi kita tetap menyerahkan pilihan kepada warga PKB sendiri sesuai hati nurani,” tegas Anam.
Menurut Anam, keputusan mendukung SBY-Kalla diambil karena PKB Jatim tidak ingin bertentangan dengan fatwa para kiai khos yang mengharamkan pemimpin perempuan. Fatwa tersebut dikeluarkan di Pondok Pesantren Roudhatul Ulum Besuk Pasuruan, di pondok pesantren milik KH Mas Subadar beberapa minggu sebelum pilpres putaran pertama.
Selain itu, Anam menjelaskan, tausyiah Kiai Mas Subadar untuk warga PKB dalam pemilu presiden mendatang hendaknya tidak golput, melainkan memilih SBY. “Karena itu PKB Jatim memutuskan untuk mengikuti petunjuk kiai,” kata mantan Ketua Ansor Jatim ini.
Ketika ditanya apakah keputusan DPW PKB Jatim ini tidak bertentangan dengan hasil Mukernas III PKB di Jakarta? Anam menjawab keputusan itu tidak bertentangan dengan hasil Mukernas PKB. "Dari hasil aspirasi warga PKB di Jawa Timur, sebagian besar menyatakan mendukung SBY-Kalla," katanya.
Anam menambahkan, sejumlah DPW PKB di beberapa daerah Jawa dan luar Jawa juga mempunyai sikap yang sama dengan DPW PKB Jatim.
Seperti diketahui, dalam Mukernas PKB di Jakarta, dari 32 DPW PKB di seluruh Indonesia 16 DPW PKB menyatakan atau condong untuk mendukung SBY-Kalla. "Artinya, secara de facto, banyak DPW PKB yang mendukung SBY-Kalla," paparnya.
Ketua Dewan Syuro PKB, KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur, kata Anam pun tidak melarang anaknya, Yenni untuk berkampanye bagi SBY. "Hal itu berarti, Gus Dur memberi kesempatan pada warga PKB untuk mendukung SBY. Ini berarti tidak ada larangan bagi warga PKB untuk ikut menjadi tim sukses SBY-Kalla ," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil Mukernas III PKB di Jakarta, Kamis (2/9) lalu memutuskan untuk tidak memberikan dukungan pada capres-cawapres manapun dalam pilpres putaran kedua pada 20 September mendatang. Dinyatakan PKB tidak aktif memberikan dukungan, karena calon presidennya tidak lolos ke putaran kedua.
Adi Mawardi - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|