|
Jawa Timur
Harga Teh Kualitas Ekspor Terus Menurun
Rabu, 01 September 2004 | 15:37 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Harga teh ortodoks kualitas ekspor terus menurun sejak dua tahun terakhir. Saat ini harga teh kualitas ekspor berkisar hanya US$ 1 per kilogram dari harga sebelumnya yang mencapai US$ 2 per kilogram.
Penyebab penurunan ini karena kualitas teh kalah bersaing dengan teh dari Srilanka dan Kenya. "Kita kalah kualitas," kata Inspektur Wilayah I PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, Muji Santoso kepada wartawan, di Malang, Rabu (31/8).
Muji mengatakan, penurunan harga ini menyebabkan PTPN XII merugi karena harga jual lebih besar dari biaya produksi. Untuk 1 kilogram teh, biaya produksi bisa mencapai Rp 10 ribu.
Kualitas teh PTPN XII yang di bawah teh Srilanka dan Kenya disebabkan faktor tempat penanaman. Di luar negeri, teh ditanam di ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut (m dpl). Sedangkan di Indonesia, teh ditanam di bawah ketinggian 1.500 m dpl.
"Letak perkebunan yang tidak terlalu tinggi berakibat pada kualitas yang tak terlalu baik," ujar Muji.
Untuk mengatasi masalah harga, PTPN XII terus berusaha memperbaiki kualitas teh dengan cara menerapkan inovasi pengolahan. Selain itu juga meningkatkan produktivitas dan melakukan efisiensi di segala bidang.
Saat ini total produksi teh PTPN XII mencapai 4.000 ton per tahun. Jumlah itu dihasilkan dari empat kebun, yaitu kebun Wonosari di Kabupaten Malang, kebun Bantaran di Kabupaten Blitar, kebun Kertowono di Kabupaten Lumajang dan kebun Gunung Gambir di Kabupaten Jember. Dari total produksi, sebanyak 90 persen untuk pasar ekspor, sisanya untuk pasar dalam negeri.
Bibin Bintariadi - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|