|
Jawa Timur
Wilayah Taman Nasional Bromo Tenger Semeru Terbakar Lagi
Rabu, 18 Agustus 2004 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Malang: Kebakaran hutan terjadi lagi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada Senin (16/8). Luas kebakaran yang berada di Blok Jemplang tersebut mencapai 30 hektar.
Vegetasi yang terbakar didominasi oleh padang rumput dan semak. Kebakaran tersebut segera bisa ditanggulangi petugas dengan bantuan masyarakat. "Kebakaran sudah berhasil dipadamkan," kata Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Herry Subagiaddy kepada wartawan di kantornya, Rabu (19/8).
Herry menduga biang keladi timbulnya kebakaran adalah kecerobohan masyarakat yang sedang melintas di wilayah tersebut. "Ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan," ujarnya. Wilayah yang terbakar adalah jalur masyarakat dan pengunjung TN BTS dari arah Bromo menuju ke Tumpang atau Ranupani dan sebaliknya.
Adanya kebakaran yang kedua kalinya di musim kemarau tahun ini, kata Herry, membuat Balai TN BTS semakin meningkatkan kewaspadaan. Balai TN BTS segera menambah jumlah petugas untuk mengawasi wilayah-wilayah yang mudah terbakar. Selain itu, pihak berwenang juga akan memperingatkan masyarakat dan pengunjung untuk berhati-hati membuang puntung rokok dan tidak membuat api saat melintas di jalur tersebut.
Sebelumnya, kebakaran di wilayah TN BTS melanda 7 blok, yaitu Jemplang, Bantengan, Adasan, Gunung Kursi, Gunung Busung Painem dan Ider-ider serta Amprong. Luas yang terbakar pada Akhir Juli lalu mencapai sekitar 400-500 hektar dengan vegetasi didominasi rumput dan semak-semak.
Untuk mencegah timbulnya kebakaran lagi, Herry menghimbau masyarakat dan pengunjung untuk berhati-hati membuang sisa api dari puntung rokok atau korek api. Pengunjung yang bermalam juga harus memastikan bekas api unggun padam sebelum meninggalkan perkemahan.
Jika diketahui ada orang dengan sengaja membuat api sehingga menimbulkan kebakaran, TN BTS akan memproses secara hukum dengan UU 5/1990 tentang perlindungan alam di taman nasional. Tahun lalu ada satu orang yang sudah dilaporkan ke Polisi karena ketahuan membuat api secara sembrono.
Bibin Bintariadi - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|