Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Empat Penambang Emas Tewas
Minggu, 11 Juli 2004 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Banjarnegara:Empat orang tewas setelah memasuki terowongan penggalian emas di Dukuh Kemiri, Desa Pekandangan, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (10/7).

Keempat orang yang tewas adalah para penambang yang berniat mencari emas di lubang itu. Diduga mereka tewas karena kekurangan oksigen ketika berada di dalam lubang.

Keempat korban adalah Eko Sukarno (30), Ading Subandi (28), Sahori (28), dan Ruspandi (28). Keempatnya berasal dari Kampung Pasir Ipis, Kelurahan Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat. Ketika ditemukan, keempat tubuh korban dalam keadaan utuh, tidak ada tanda penganiayaan. Keempatnya mati lemas karena kekurangan oksigen.

Kesaksian salah seorang anggota kelompok penambang ini, Supandi (25), yang juga warga Kampung Pasir Ipis, menyatakan mereka datang ke Banjarnegara karena meyakini terdapat emas murni pada lubang galian berdiameter sekitar 1 meter itu. Lubang yang telah lama tidak dimasuki orang itu terletak di pekarangan milik Sutarji (50), warga setempat.

Supandi menyatakan, dari beberapa kawannya, Eko Sukarno adalah orang pertama yang nekat memasuki lubang vertikal itu sekitar pukul 10.00 WIB. Beberapa orang lainnya akan menyusul setelah Eko mengabarkan kondisi di dalam lubang sedalam 12 meter tersebut.

Namun Eko tidak segera muncul setelah 15 menit memasuki lubang. Suara panggilan berkali-kali dari ujung lubang juga tidak disahut oleh Eko yang diduga sudah berada di dasar lubang. Tidak ada suara apapun dari dalam lubang.

Karena khawatir dan penasaran, pemuda lainnya, Ading Subandi, lalu menyusul Eko masuk ke dalam lubang, sementara dua pemuda yang lain menunggu. Lagi-lagi, setelah beberapa menit memasuki lubang, Ading juga tidak segera keluar.

Suara panggilan dua rekannya, Sahori dan Ruspandi, juga tidak dijawab sama sekali. Hal itu membuat kedua orang yang lain curiga. Anehnya, mereka bukannya berpikir jika keduanya berada dalam bahaya, melainkan justru marah dan menuduh Ading dan Eko tidak segera keluar dari lubang karena telah menemukan emas di dasar lubang.

Mengira dua temannya berkhianat, Sahori dan Ruspandi lantas memasuki lubang secara bersamaan. Namun setelah itu tidak terdengar suara apapun dari dalam lubang.

Seorang penambang lain, Sarta Wijaya (29), warga Kampung Pasir Ipis, lantas curiga melihat empat temannya tidak segera muncul dari dalam lubang. Untuk memastikan apakah kondisi lubang aman untuk dimasuki, Sarta lantas memasuki lubang itu.

Baru sekitar 5 meter turun ke lubang, Karta sudah mulai kesulitan bernafas. Karta lantas kembali naik dan memberitahukan warga setempat mengenai empat temannya yang terjebak di dalam lubang. Beberapa warga lantas melapor ke Polsek setempat.

Hasil pemeriksaan pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan setempat menyatakan lubang itu memang berbahaya karena tidak terdapat oksigen di dalamnya. Diduga kuat keempat orang yang telah berada di lubang kesulitan bernafas ketika sampai di bawah dan mereka tidak mampu
menyelamatkan diri karena terlanjur lemas.

Pihak kepolisian bersama warga setempat lantas turun ke dasar lubang menggunakan alat bantu pernafasan untuk mengangkat para korban. Ketika diangkat, sekitar satu jam setelah keempat orang itu berada di dalam lubang, empat pemuda penambang emas itu telah tidak bernyawa lagi.

Hasil pemeriksaan dokter keempatnya tewas karena kekurangan oksigen. Sorenya, keempat korban dipulangkan ke Bogor, dan dimakamkan di desa mereka.

Ari Aji HS - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rumah Anggota Mabes Polri Disatroni Maling
Tangerang Antisipasi ISPA dan Diare
180 Ton Gula Selundupan Diamankan di Ende
Walhi: Pemprov Riau Tidak Serius Tindak Pembakar Hutan
Kunjungan Megawati Diwarnai Demo Puluhan ODHA
Pusat Koordinasi Kejahatan Transnasional Diresmikan
Harga Premium di NTT Terus Melambung
Kapolri: Penangkapan Terkait Bom Bali dan Marriott
Tim Polri Tangkap Tujuh Orang di Sukoharjo
Kejaksaan Minta SPDP Sutiyoso Terpisah
> selengkapnya...


Referensi

Tetanus
Rabies
Malaria
UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No. 75 Tahun 2001 Tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 32 Tahun 1967 Tentang Pelaksanaan UU No. 11 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
> selengkapnya...

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data