Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Pemkab Boyolali : Tidak Ada Penggusuran untuk Pembangunan TNGM
Senin, 28 Juni 2004 | 18:03 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:
Pemerintah Kabupaten Boyolali berjanji tidak akan ada pihak yang dirugikan dengan pembangunan Taman Nasional Gunung Merapi-Merbabu (TNGM). Justru keberadaan TNGM akan menguntungkan masyarakat. Salah satunya, membuka peluang berusaha bagi masyarakat di sekitar dua gunung tersebut.

"Kemunculan penolakan rencana pembangunan Taman Nasional Gunung Merapi-Merbabu (TNGM) itu kan karena sosialisasi yang kurang. Karena itu diperlukan sosialisasi secara intensif. Rakyat tidak ada yang dirugikan dengan TNGM, apalagi lahan masyarakat yang tergusur,“ jelas Kepala Subdinas Kehutanan, Boyolali, Juwaris, Senin (28/6).

Menurut Juwaris, Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 34 dan 35 tanggal 4 Tahun 2004 tentang Perubahan Fungsi Hutan Lindung, Cagar Alam, dan Taman Wisata Alam Menjadi Taman Nasional, justru akan meningkatkan fungsi kawasan Merapi-Merbabu. Selain fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan.juga penyangga keanekaragaman tumbuhan dan satwa.

Juwaris menerangkan untuk kepentingan jangka panjang, Boyolali akan menjadi terkenal dan mempunyai akses lebih luas dengan dimanfaatkan TNGM oleh dunia internasional dalam konvervasi.

"Sekarang ini memang yang terpenting adalah meningkatkan komunikasi dan sosialisasi kepada berbagai pihak agar tidak terjadi distorsi dalam memahami TNGM. Jangan sampai Boyolali tertinggal hanya karena tidak tahu dan kurang pemahaman TNGM," kata Juwaris

Seperti yang diberitakan, penolakan TNGM tidak hanya terjadi di Boyolali. Sejumlah daerah yang wilayahnya menjadi lahan proyek ini pun menolak. Bahkan paguyuban petani di empat kabupaten, Boyolali, Magelang, Semarang dan Salatiga telah membentuk aliansi bersama sebagai penolakan mereka.

Para petani mengkhawatirkan, TNGM hanya akan membuat akses mereka untuk ikut mengelola hutan di kawasan tersebut menjadi terbatas. Para tokoh masyarakat di Kecamatan Selo juga mengajukan prasyarat kepada pemerintah yang ingin membangun TNGM.


Imron Rosyid – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Selo Ajukan Syarat Pembangunan TNGM
Petani Menentang Taman Nasional Gunung Merapi
Monas Sepi Pengunjung
Meneg LH Minta Bestari Diproses di Luar Aceh Tenggara
Koalisi LSM Tuntut Pembebasan Aktivis Anti Ladia Galaska
Proyek Ladia Galaska Tunggu Keputusan Presiden
Tiap Kilometer Ladia Galaska Rugikan Negara Rp. 74 Milyar
Warga Tolak Perluasan Taman Nasional Halimun
Lantaran Mencuri Serangga, Seorang Warga Amerika Ditangkap
Proyek Ladia Galaska, WALHI Gugat Pemerintah
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pemerintah Dinilai Gagal Mengerem Pemekaran Daerah
Batal Tes DNA di Indonesia, WNI Korban Spanair ke Spanyol
DPD: Masyarakat Jenuh dengan Pilkada
Koalisi Akan Bahas Krisis Pakistan
PLN Gandeng Polisi Atasi Pencurian Listrik

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data