|
Solo
Warga Selo Ajukan Syarat Pembangunan TNGM
Rabu, 23 Juni 2004 | 18:18 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Perangkat desa Kabupaten Boyolali mengajukan sejumlah persyaratan bagi pemerintah pusat yang berencana membuat kawasan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sebagai kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi-Merbabu (TNGM).
Persyaratan tersebut diajukan oleh tiga puluh kepala desa, ketua Badan Perwakilan Desa (BPD dan tokoh masyarakat dari berbagai desa di sekitar lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.
Sementara itu, berbagai paguyuban petani di Kabupaten Boyolali, Semarang, dan Kota Salatiga membentuk Merbabu Merapi Conservation (MMC). Menurut mereka tidak ada alasan yang kuat kebijakan menjadikan Gunung Merbabu sebagai taman nasional.
MMC sendiri terdiri dari paguyuban para petani seperti Lesman Boyolali, Forest Boyolali, Paguyuban Petani Merbabu, Paguyuban Petani Setyo Tunggal Merapi, Paguyuban Petani Candi Laras Merbabu, Paguyuban Petani Jabal Sarib Merbabu, Trukajaya Salatiga, dan Sekretariat Bersama Petani Boyolali itu.
Menurut Camat Selo, Luwarno, fasilitator pertemuan aparat desa tersebut, syarat yang diajukan warga diantaranya adalah dilibatkannya masyarakat dalam setiap tahap rencana pembentukan taman nasional. Seperti dalam kegiatan proyek-proyek fisik TNGM.
Selain itu, perangkat desa tersebut juga mensyaratkan TNGM tidak menutup akses pemanfaatkan kawasan hutan misalnya untuk mencari rumput, ranting-ranting kering dan lain sebagainya.
"Warga juga meminta agar ada penanaman tanaman buah-buahan sebagai tanaman penghijauan di kawasan itu dalam rangka unutk menjaga habitat kera agar hewan itu nantinya tidak akan turun ke areal pertanian petani dan merusak tanaman petani," ujar Camat Selo Luwarno saat dihubungi, Rabu (23/6)
Imron Rosyid – Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|