|
Jawa Timur
Lima Jam, Ulama Se-Jawa Bertemu
Minggu, 09 Mei 2004 | 19:30 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri: Sebanyak 16 kyai "sepuh" dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Minggu (9/5), bertemu di kediaman KH. Idris Marzuki, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pertemuan tertutup itu berlangsung sekitar lima jam.
Selain dihadiri tuan rumah, KH Idris Marzuki dan KH Anwar Mansyur, pertemuan itu dihadiri KH Noer Iskandar SQ (Ponpes As-Sidiqiyah, Jakarta), KH Anwar Iskandar (Ponpes As-Syaidiyah dan Ponpes Al Amin, Kediri), KH Zainuddin Djazuli (Ponpes Al Falah, Mojo, Kediri), KH Nurul Huda (Ponpes Al Falah, Mojo, Kediri), KH Miftahul Akhyar (Surabaya, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur), KH Yahya C. Staquf (putra KH Cholil Bisri Rembang, Jawa Tengah, Wakil Sekjen DPP PKB), KH Warsun Munawir (Ponpes Al Munawir, Krapyak, Yogyakarta), KH Ahmad Subadar (Ponpes Besuk, Pasuruan), KH Wildan Abdullah Hamid (Ponpes Kendal, Jawa Tengah), KH Abdul Rahmad Hudlori (Ponpes Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah), KH Munif Zuhri (Ponpes Mranggen, Demak, Jawa Tengah), KH Muchit Muzadi (Ponpes Tegalboto, Jember, Jawa Timur), KH Khotib Umar (Ponpes Sumberwringin, Jember, Jawa Timur) dan KH Muhaiminan Gunardo (Ponpes Parakan, Temanggung, Jawa Tengah).
"Pertemuan ini hanya musyawarah dan sekarang masih berlangsung. Yang jelas tidak ada kaitannya dengan dukung-mendukung capres tertentu. Inti pertemuan ini adalah agar orang NU tenteram. Pertemuan ini juga bukan merupakan tandingan dari pertemuan yang digelar di Langitan, Tuban tadi. Pertemuan Langitan itu forum partai, di sini merupakan forum ulama," kata KH Noer Iskandar yang meninggalkan pertemuan lebih dulu. KH Mas Subadar Pasuruan yang juga meninggalkan kediaman KH Idris Marzuki. Ulama disaat pertemuan masih berlangsung, juga enggan berkomentar panjang. "Yang jelas, soal pencapresan Gus Dur itu haknya partai," kata KH Mas Subadar.
Saat pertemuan berakhir, KH Anwar Iskandar mendampingi Gus Yahya C Staquf bertindak sebagai juru bicara dan menyampaikan hasil pertemuan. Menurut Yahya C Staquf, pertemuan di Lirboyo lebih banyak mendiskusikan soal pemilihan presiden, terutama soal banyaknya kader NU yang dicalonkan dalam bursa pemilihan presiden dan wakil presiden. Pertemuan Lirboyo menaruh harapan besar agar proses pemilihan itu bisa membawa perubahan menuju keadaan yang lebih baik. "Para kyai minta PBNU segera memberi tauziah soal pencalonan para kader NU agar jangan sampai memicu persoalan di badan otonom di bawah NU yang jumlahnya banyak. Lalu, jika nantinya ada keputusan dari KPU soal pencalonan Gus Dur, para ulama akan menyamakan pandangan dan persepsi," kata Yahya.
Menanggapi Forum Langitan yang menegaskan akan mendaftarkan Gus Dur sebagai capres sampai ada keputusan yuridis, kata Yahya, pertemuan Lirboyo meminta seluruh umat tenang dalam proses menunggu keputusan yuridis itu. "Pertemuan Langitan itu merupakan mekanisme PKB, bukan inisiatif para ulama. Kami berusaha mengambil inisiatif agar umat tidak bingung. Jadi pendaftaran Gus Dur itu urusan partai dan ulama mempersilahkan. Tapi ulama berpendapat, siapapun dipersilahkan jadi capres, asalkan sudah ada keputusan yuridis soal Gus Dur," kata Yahya.
Dwidjo U. Maksum - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|