|
Jawa Tengah
500-an Massa Jemput Ba'asyir
Kamis, 29 April 2004 | 11:18 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Sekitar 500-an massa pendukung Abu Bakar Ba'asyir dari Solo berangkat ke Jakarta untuk menyambut hari kebebasan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Jumat (30/4). Mereka menggunakan 10 armada bus dari depan Mesjid Tipes, Solo, sejak pukul 09.00 WIB, Kamis (29/4), dipimpin oleh salah seorang ustadz senior di Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Soleh Ibrahim.
Mereka akan menjemput dan membawa Ba'asyir pulang setelah selama ini mendekam di Rutan Salemba. ?Kami yakin besok Ustadz Abu bebas, kita akan jemput dia langsung dari Salemba pulang ke Ngruki,? kata Soleh.
Sebagian besar pendukung Ba'asyir tampak membawa bekal seadanya, hanya berupa tas kecil yang berisikan pakaian yang hanya cukup untuk sehari saja. Soleh memang mengakui kalau mereka tidak ada rencana menginap.
Besok (30/4) merupakan hari terakhir Ba'asyir di tahanan, dan akan langsung dibawa pulang. Soleh membantah kemungkinan ditahannya Ba'asyir berkaitan dengan dijadikannya pendiri Pondok Ngruki tersebut sebagai tersangka kasus terorisme.
Menurut dia, kepolisian harus menghormati hukum. ?Pokoknya besok bebas dan kami bawa pulang. Tidak ada lagi alat menahan beliau,? tegas Soleh.
Massa yang berangkat ke Jakarta tersebut berasal dari berbagai kelompok, seperti ustadz dan santri Ngruki, anggota Majelis Mujahidin Indonesia, dan berbagai elemen ormas Islam yang selama ini menjadi pendukung Ba'asyir. Saat 10 bus tersebut berangkat, di halaman Mesjid Tipes masih terkumpul ratusan massa yang tidak terangkut. Mereka sedang mengupayakan agar mendapat tambahan armada bus lagi.
Sementara itu, selain menjemput Ba'asyir dari Salemba, pesantren Al Mukmin juga tengah mempersiapkan penyambutan kedatangan Ba'asyir. Menurut salah satu ustadz di Ngruki, Fikri Irsyad, pondok besok akan menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka menerima kedatangan kembali Ba'asyir, di antaranya adalah pengajian yang diselenggarakan di dalam masjid termasuk juga konferensi pers.
?Ustadz Abu besar kemungkinan akan dibawa pulang oleh para penjemput dengan mengunakan jalan darat. Kami semua yakin beliau besok bebas. Karena itu, kita melakukan persiapan kecil-kecilan, sebagian ustadz dan santri menjemput dan sebagian lagi menyiapkan penyambutan kedatangan beliau,? kata dia.
Sesuai dengan keputusan kasasi MA, Ba'asyir memang akan bebas pada tanggal 30 besok, tetapi seperti yang diketahui Mabes Polri telah menetapkan Ba'asyir sebagai tersangka, bahkan telah mencoba untuk memeriksanya seperti yang telah dilakukan Rabu (28/4) kemarin.
Sejumlah kalangan, termasuk MUI, mendesak agar Ba'asyir segera dibebaskan dan tidak lagi ditahan dengan alasan tersangkut kasus terorisme.
Imron Rosyid - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|