|
Jawa Tengah
Demo Tuntut Pemecatan Kapolri di Solo
Jum'at, 02 April 2004 | 13:38 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Aksi menuntut pencopotan Kapolri Jenderal Pol. Da’I Bachtiar terus bergulir. Ratusan orang yang mengatasnamakan Ummat Islam Surakarta (UIS), Selasa (4/5), berunjuk rasa di kantor DPRD Solo untuk menyuarakan tuntutan yang sama.
Mereka mendesak Kapolri mengundurkan diri atau segera dilakukan pencopotan karena jajarannya telah bertindak brutal dan sangat menjatuhkan wibawa Polri dalam kasus penyerangan petugas kepolisian terhadap mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Massa berangkat dari Ponpes Al Islam Gumuk, Mangkubumen, Solo, dengan mengendarai sepeda motor dan beberapa mobil bak terbuka. Sesampainya di kantor DPRD sejumlah perwakilan pengunjuk rasa langsung melakukan orasi yang berisi kecaman terhadap kinerja Kapolri dan jajarannya.
Selain dalam kasus kebrutalan Polri di Kampus UMI Makassar, UIS juga menyebut kasus lain yang juga dinilai bentuk ketidakprofesionalan kepemimpinan Da'i Bachtiar. Kedua kasus tersebut adalah keberpihakan Polri dalam kasus RMS dan penanganan kasus Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.
"Polri sudah bertindak secara sepihak yang menguntungkan RMS. Seharusnya berpihak kepada keutuhan NKRI tapi sebaliknya Polri telah loyo dan tidak berani menangkap Alex Manuputty yang jelas-jelas terpidana kasus makar," teriak Zulfikar, Korlap Aksi UIS.
Sedang dalam kasus Ba’asyir, UIS menyebut Polri telah gamblang melakukan pembusukan hukum dan telah melakukan radikalisme terhadap putusan Mahkamah Agung yang telah membebaskan Ba’asyir.
"Atas dasar semua itu pecat Da’i Bachtiar. Ganti dengan yang lebih profesional dan cakap untuk melindungi warga dan masyarakat Indonesia. Karena Kapolri jelas-jelas telah menjadi jongos Amerika Serikat,’’ tuntut UIS dalam pernyataan sikapnya.
Setelah berorasi beberapa saat, beberapa perwakilan mereka diterima oleh tiga pimpinan dewan. Dalam dialog tersebut, UIS mendesak DPRD Solo mendukung sikap mereka dalam menuntut pemecatan terhadap Kapolri.
Dalam pertemuan itu sempat terjadi perdebatan cukup sengit. Ketua DPRD Solo, Bambang Mudiyarto dan Wakil Ketua Yusuf Hidayat tidak bisa menerima keinginan mereka karena soal itu harus melalui mekanisme DPRD, yaitu lewat rapat-rapat antarkomponen lembaga dewan.
"Kalau kami harus mendukung sikap Bapak-Bapak itu tidak bisa kami lakukan sekarang, karena ada mekanisme yang harus dilakukan di internal DPRD," ujar Yusuf Hidayat.
Jawaban lain diberikan Bambang Mudiarto. Ketua DPRD dari FPDIP ini menyatakan dirinya selaku pribadi tidak akan mengambil sikap apapun karena belum menguasai duduk perkaranya. Jawaban kedua pimpinan ini sempat menimbulkan protes dari para pengunjuk rasa.
Namun demikian, baik Yusuf Hidayat maupun Bambang Mudiarto berjanji akan menyampaikan seluruh pernyataan sikap UIS tersebut ke DPR RI melali Komisi I melalui faksimili.
"Karena persoalan ini kompetensinya ada di DPR pusat maka pernyataan anda ini akan langsung kami sampaikan kesana lewat faks ke Komisi I. Silakan ditunggu, saya akan mengefaks," ujar Yusuf Hidayat. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Anas Syahirul - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|