Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Surabaya

Megawati Kampanye Putaran AKhir di Surabaya
01 April 2004

TEMPO Interaktif, Surabaya: Kampanye terakhir PDI Perjuangan yang menghadirkan Ketua Umum Megawati Sukarnoputri di Stadion Gelora 10 November, Surabaya dihadiri sekitar 50 ribu massa. Dari jumlah itu, sekitar 30 ribu massa ada di dalam stadion, sementara yang lain lebih suka konvoi keliling kota.

Karena sebagian besar massa di dalam stadion turun ke lapangan, maka stadion yang dibangun pada 1969 dan biasa digunakan sebagai kandang Persebaya di Liga Indonesia itu pun berantakan. Rumput-rumput tercerabut, serta timbul genangan lumpur di sisi selatan lapangan. Di luar stdion terpasang spanduk besar berbunyi "Gus, Mohon Maaf, Saya lebih cinta Bu Megawati."

Kampanye ini juga membuat kegiatan di sekitar stadion terhenti. SLTP dan SMU Katolik St. Agnes di Jl. Mendut meliburkan siswanya. Padahal, dua sekolah itu berada satu kompleks di lingkungan Polsekta Tambaksari. Begitu pula dengn Jonas Photo di Jl. Residen Sudirman, yang baru buka pada pukul 17.00 WIB. "Jaga-jaga, Mas," kata seorang pegawainya saat ditanya alasan menutup toko saat kampanye. Meski kampanye ini untuk Daerah Pemilihan Jatim I (Surabaya dan Sidoarjo), massa juga berdatangan dari luar lokasi itu. Sebuah patung banteng raksasa di tengah lapangan berasal dari Rambipuji, Jember.

Mega datang pukul 15.46 WIB, setelah berkampanye di dua tempat di Jawa Tengah. Menggunakan helikopter TNI AL dengan nomer seri HU 416 dari Bandara Juanda, Mega didampingi Taufik Kiemas, Kartika Soekarnoputeri dan Puan Maharani. Helikopter itu mendarat di Lapangan Persebaya, Jl. Karanggayam, yang persis berada di sisi timur Gelora 10 November. Helikopter TNI AL ini dikawal oleh sebuah helikopter berwarna merah-putih dengan nomer seri PK-F650 milik Gudang Garam.

Sebelum Mega tampil, panggung kampanye diisi oleh Sutjipto dan Guruh Soekarnoputera, yang menegaskan tekad pendukung PDIP untuk menang mutlak di pemilu nanti. Selain itu, hadir pula para penghibur Doyok dan Kadir, Gogon Gondrong, Sarah Azhari, Nova Eliza, serta dua kelompok musik papan atas Jamrud dan Dewa. Kepada wartawan, Dhanny Dewa mengaku bandnya dikontrak Rp 300 juta, termasuk untuk membawakan lagu pesanan Mega, yakni "Separuh Nafas".

Mengenakan setelan hitam berkerah merah, Mega berpidato hanya sekitar 7 menit. "Karena baru datang dari Jateng, saya tak punya waktu banyak. Sesuai keputusan KPU, kampanye ini jam 4 sore harus selesai," katanya. Mega memuji lautan merah Surabaya sebagai tanda PDIP akan meraih kemenangan mutlak. Ia juga bertanya kepada massa PDIP, "Siapa yang belum punya kartu pemilih angkat tangan? Lekas datangi kelurahan, TPS, dan KPU," kata Mega.

Selain itu, ia meminta massanya untuk menjadi saksi guna menjaga sekitar 100 juta suara yang akan diraih PDI-P. “Sanggup?” tanyanya. Ia juga menegaskan tekad pendukungnya untuk bersiap mengegolkan Ketua Umum PDI-P menjadi presiden kembali. Setelah diingatkan waktunya tinggal semenit, Mega mengajak menyanyi, “Bulat, bulat, bundar…”

Pada acara itu, panitia membagi sekitar 1,5 juta nasi bungkus dan 700 ribu kupon undian yang berhadiah 18 motor, 18 kulkas, 18 dispenser, 18 TV, 18 microwave, dan 18 sepeda gunung. Panitia juga membagi ribuan door-prize untuk kader PDIP yang nomer polisi kendaraan dan kartu telepon genggamnya berakhiran 18.

PDIP juga secara khusus membeli jam tayang JTV, stasiun teve lokal milik Jawa Pos, untuk menayangkan siaran langsung kampanye selama dua jam mulai 14.00-16.00 WIB. Dalam acara bertajuk "Kumpul Moncong Putih" yang dipandu Iza Anyadin dan Wahyu itu, iklan PDIP, berkali-kali diputar. Saleh Ismail Mukadar, Ketua Rapat Umum PDIP Dapil Jatim I yang dihubungiTempo melalui telepon genggamnya seusai acara menyatakan, total kontrak pembelian jam tayang di JTV sebesar Rp 50 juta.

Agus Raharjo - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

KPU Minta Parpol Cabuti Atribut Partai
Telkom Habiskan 19 Miliar untuk Pemilu
Panitia Seleksi Hakim Ad Hoc Antikorupsi Akan Proaktif
Megawati: Awas Serangan Fajar!
KPU Perbolehkan Pungutan Untuk TPS

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data