|
Jawa Timur
Dua Bekas TKW Asal Malang Terserang HIV/AIDS
10 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Malang:Dua bekas tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Malang yang bekerja di Singapura terserang virus HIV/AIDS. Wanita berinisial Syt dan Syn asal Kecamatan Gedangan tersebut terdeteksi pada bulan Februari lalu.
"Keduanya diketahui terserang HIV/AIDS saat periksa di Rumah Sakit Kepanjen," kata Kapala Sub Dinas Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, A.M. Adi Purwanto kepada wartawan di sela-sela persiapan acara pemberantasan penyakit demam berdarah di Kecamatan Wagir, Selasa (9/3).
Menurut Adi Purwanto, dengan ditemukannya dua penderita baru maka jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Malang menjadi 30 orang. Dari jumlah itu, sebanyak empat penderita meninggal dunia. "Penderita yang masih hidup terus kita pantau kegiatannya," ujarnya.
Jumlah penderita HIV/AIDS, ungkap Adi Purwanto, terus bertambah. Mereka berasal dari berbagai profesi. Ada pekerja seks komersial, waria, gay, sopir, dan pecandu narkoba. "Mereka terkena HIV/AIDS saat bekerja di luar Kabupaten Malang. Saat tahu terjangkit, mereka pulang."
Bahkan, kata Adi, ada bayi perempuan asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, diketahui terinveksi HIV/AIDS. Bayi tersebut anak dari seorang bekas TKW yang beberapa tahun lalu bekerja di Hong Kong dan menderita HIV/AIDS. "Bayi tersebut terserang virus parentral atau terbawa dari ibunya."
Bayi tersebut diketahui terkena virus parentral awal Oktober 2003 lalu saat diperiksa di Rumah Sakit Umum Kabupaten Malang di Kepanjen. "Ketika diketahui ibu yang menderita HIV/AIDS melahirkan, bayinya kita periksa, ternyata positif HIV/AIDS," tutur Adi Purwanto.
Menurut Adi, selama 2003 terdapat enam penderita baru HIV/AIDS. Dua orang di antaranya adalah bekas TKW di Hong Kong dan Malaysia. Mereka masing-masing berusia 31 tahun dan 22 tahun serta berasal dari Kecamatan Sumbermanjing dan Tirtoyudo.
Dua orang penderita lainnya adalah seorang perempuan berusia 22 tahun asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang pernah bekerja di Pulau Batam dan seorang laki-laki pecandu narkoba asal Kecamatan Pakis yang diketahui sudah meninggal dunia.
Adi Purwanto mengatakan jumlah enam penderita baru HIV/AIDS pada tahun 2003 lalu merupakan jumlah yang cukup tinggi. Sebelumnya, jumlah penderita setiap tahun berkisar antara satu hingga tiga orang.
Bibin Bintariadi - Tempo News Room
|