Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

Polisi Tahan Tiga Tersangka
08 Maret 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Madiun terus menyelidiki aksi brutal perusakan rumah dan toko yang pada Minggu (7/3), yang dipicu oleh perseteruan dua perguruan pencak silat di Kota Madiun, yaitu Perguruan Silat Setia Hati Teratai (SH Teratai) dan Perguruan Silat Tunas Muda Winongo (SH Winongo). Hingga hari ini, Senin (8/3), polisi telah menangkap 10 orang, tiga diantaranya kemungkinan besar menjadi tersangka.

Tujuh orang ditangkap di lokasi bentrokan, yaitu Desa Sukolilo dan Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Sedangkan tiga orang lainnya ditangkap di Kecamatan Kebonsari, Mereka kini ditahan di kantor Polres Madiun.

Sementara itu, menurut data kepolisian, ada empat orang luka cukup berat akibat lemparan batu dan sempat dirawat di RSUP Madiun dan tiga orang luka ringan. Mereka sudah diperbolehkan pulang.

Menurut Kapolres Madiun Ajun Komisaris Besar Polisi M Agus Sunaryo, hingga saat ini, terhitung 56 rumah –tersebar di beberapa desa—rusak parah dan ringan. Sedangkan di kawasan Kota Madiun 18 rumah rusak.

Untuk mengantisipasi kembali berulangnya bentrokan, Kapolwil Madiun Komisaris Besar Polisi Edy Kusuma Wijaya menggelar rapat tertutup yang diikuti Kapolres Madiun
AKBP HM Agus Sunaryo, Kapolresta Madiun AKBP I Ketut Argawa serta melibatkan semua jajaran pejabat di wilayah hokum kepolsian masing-masing. Pertemuan itu juga melibatkan dua pimpinan perguruan silat yang bertikai. Mereka adalah Ketua Umum SH Teratai Tarmadji Budi Harsono dan Ketua Umum SH Winongo, Agus Wiyono Santoso. Hingga Senin (8/3) pukul 14.30 WIB, pertemuan belum selesai.

Berdasarkan penelusuran Tempo News Room, pada Minggu (7/3) pagi, ratusan massa anggota perguruan silat SH Winongo dari Magetan berniat menghadiri acara Suran
Agung untuk memperingati 1 Muharram 1425 di padepokan SH Winongo di Kelurahan Winongo, Kota Madiun. Di tengah jalan, tepatnya di sekitar Desa Sukolilo dan Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan yang merupakan jalur raya Madiun-Solo, mereka dihadang sekelompok massa dari SH Teratai yang melarang kelompok SH Winongo
melalui jalur tersebut.

Ditengah perselisihan itu, tiba-tiba melayang batu ke rumah warga di sekitar Desa Sukolilo dan Kincang Wetan yang selama ini dikenal sebagai basis anggota SH teratai. Bentrok pun tak terhindarkan lagi.

Minggu, sekitar pukul 11.00 WIB, aparat kemanan gabungan dari Polres dan Polresta
Madiun serta Brimob berpeluru hampa turun melerai perkelahian yang kian brutal. "Meskipun polisi sudah menembakkan peluru hampa ke udara, massa terus bentrok. Melalui usaha persuasif, sedikit demi sedikit kemarahan massa mereda," kata Kasubbag
Intelkam Polwil Madiun GW Thody yang ikut turun ke tempat kejadian perkara kepada Tempo News Room, Senin (8/3).

Tapi bentrokan sudah terlanjur tak terkendali. Beritanya sudah menyebar ke segala penjuru Madiun. Akhirnya, bentrokan kembali merebak di berbagai kawasan setelah acara Suran Agung, sekitar pukul 16.00 WIB.

Hingga berita ini ditulis, situasi di wilayah Kota dan kabupaten Madiun masih mencekam. Kawasan yang menjadi sasaran bentrokan terlihat sepi. Pintu-pintu tertutup rapat. "Tadi malam kami mematikan semua lampu dan berjaga-jaga jika ada serangan lanjutan," kata seorang warga Desa Sukolilo.

Dwidjo U. M – Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Warga Donggala Bentrok, Satu Tewas
Kapolda NTB Segera Tangkap Pelaku Tawuran
Tawuran Warga di Mataram Kembali Memanas
Polisi Tahan 23 Tersangka Kasus Bentrokan di Buleleng
Empat Pemuda Diserang Saat Tadarusan

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data