|
Semarang
Pengawasan Panwaslu Jateng Dinilai Mandul
05 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Semarang: Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) se-Jateng dinilai mandul dalam melaksanakan fungsi pengawasan selama masa pra kampanye. Terbukti, berbagai atribut partai kini marak dan masih bertebaran di berbagai kota di Jawa Tengah. Padahal, sesuai ketentuan KPU, kampanye resmi baru dimulai 11 Maret mendatang.
"Panwas se-Jateng lemah dalam menjalankan fungsinya. Buat apa KPU menentukan jadwal kampanye, jika banyak partai telah mencuri start kampanye. Lihat saja di beberapa kota seperti Demak, Semarang, Sukoharjo dan Salatiga masih banyak bendera, famplet, poster, baliho, stiker parpol terpasang di tempat-tempat umum," kata Ketua DPW PK Sejahtera Jawa Tengah, Muhammad Haris, Jumat (5/3).
Karena mandulnya fungsi Panwas tersebut, lanjut Haris, pelanggaran tersebut terkesan dibiarkan. Dia khawatir, kalau Panwas tetap mandul seperti ini, maka pelanggaran-pelanggaran akan terus terjadi dan semakin tak terkendali, terutama pada masa kampanye. "Jika pelanggaran tersebut dibiarkan, kami khawatir hal itu bisa menjadi pemicu terjadinya jenis pelanggaran-pelanggaran yang lebih berat, termasuk pelanggaranyang bersifat benturan fisik antar pendukung parpol," tegasnya.
Menaggapi penilaian tersebut, Ketua Panwaslu Jateng, Nur Hidayat Sardini mengatakan, pihaknya terbuka terhadap semua kritik. Namun dia menegaskan, Panwaslu Jateng sudah berupaya optimal dalam mengawasi setiap bentuk pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh setiap peserta pemilu. "Bukti keseriusan kami mengawasi pelanggaran yang dilakukan Parpol adalah pada masa pra kampanye saja sudah 3.318 pelanggaran di Jateng. Sebagian di antaranya sudah disidangkan," ujar Sardini.
Dikatakan pula, saat saat pendaftaran caleg, Panwasl Jateng menetapkan 298 pelanggaran, baik pidana, maupun pelanggaran administratif. Khusus mengenai atribut parpol seperti bendera, baliho maupun lain sebagainya yang masih terpasang di berbagai tempat, pihaknya bersama Satpol PP Kota Semarang telah menurunkan atribut Parpol di Kota Semarang, namun ternyata banyak Parpol yang protes.
Sohirin - Tempo News Room
|