|
Bogor
12 Korban Demam Berdarah di Bogor Meninggal
24 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Bogor: Korban penyakit demam berdarah sejak Januari hingga Selasa (24/2) di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor telah merengut nyawa 12 orang dari 396 penderita. Jumlah penderita di Kota Bogor tercatat 179 kasus, 7 meninggal. Di Kabupaten Bogor tercatat 217 kasus, 5 meninggal. Meskipun korban tewas telah 12 orang dengan 396 penderita, kedua daerah ini belum menyatakan penyakit ini sebagai kejadian luar biasa.
Menurut Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Eddy Darma, demam berdarah di Kota Bogor belum dikategorikan sebagai kejadian luar biasa karena dilihat dari jumlah kasus pada November-Desember tahun 2003 lalu tercatat ada 284 penderita. "Tidak menutup kemungkinan hingga akhir Februari lalu jumlah penderita akan bertambah sehingga melebihi data tahun lalu. Jika itu terjadi maka bisa dikatakan Kejadian Luar Biasa," jelas Eddy.
Untuk pemberantasan sarang nyamuk, menurut Dinas Kesehatan Kota Bogor, tindakan pengasapan (foging) belum maksimal, karena kendala biaya yang terbentur dengan pergantian tahun anggaran, sehingga dana tahun 2003 sudah habis. "Biaya tersebut belum ada karena masih dibahas di tingkat legislatif dan eksekutif," tutur Eddy.
Ia menuturkan, biaya yang diperlukan untuk satu komplek sebanyak 40 tempat/rumah tipe 36 sekitar Rp 200 ribu. Kendala lainnya, saat ini jumlah mesin foging yang dimiliki Dinas Kesehatan sebanyak 12 unit tetapi yang bisa digunakan hanya 3 unit, sisanya rusak. Harga satu unit foging sebesar Rp 20 juta.
Namun demikian, lanjut Eddy untuk mengatasi penyebaran penyakit demam berdarah pihaknya melakukan kerjasama dengan salah satu batalyon Kesehatan TNI AD di Bogor, karena mereka mempunyai alat foging.
Pantauan Tempo News Room di beberapa rumah sakit Kota Bogor, diantaranya, RSU PMI, sedikitnya ada 27 pasien penderita demam berdarah. Pihak rumah sakit juga telah menyiapkan sedikitnya 50 tempat tidur lipat yang dipinjam dari Pusat Pendidikan Zeni TNI AD, Kota Bogor. Di Rumah Sakit Salak Kota Bogor tercatat ada 43 pasien penderita. Rumah Sakit Azra tercatat 14 orang penderita, Rumah Sakit Islam 2 orang, Rumah Sakit Karya Bakti ada 15 penderita serta di RS Hermina tercatat ada 5 pasien.
Deffan Purnama - Tempo News Room
|