|
Surabaya
Di Jatim, 56 Meninggal Akibat Demam Berdarah
20 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Surabaya: Berdasarkan data sampai dengan 19 Februari pukul 16.00 WIB, kasus Demam Berdarah Dengue di Jawa Timur telah menyerang 1.720 penderita, dengan menelan korban 56 nyawa. "Kasus paling banyak terdapat di Kabupaten Kediri, dengan 224 penderita, dan jumlah kematian 15 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Dr. Bambang Giatno, dalam jumpa pers di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jumat (20/2) siang.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menambahkan, keadaan DBD pada Februari cenderung menurun, meski anga kematiannya masih tinggi, yakni sebesar 4,1 persen. Secara rinci, Januari terdapat 1.287 kasus DBD dengan 38 korban meninggal, sementara pada Februari ada 433 kasus dengan 18 korban meningal dunia.
Mengantisipasi serangan DBD, Pemerintah Provinsi Jatim melakukan beberapa tindakan, antara lain membebaskan biaya perawatan dan obat-obatan bagi penderita DBD di RS Provinsi kelas III, yakni RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RS Haji Surabaya, RS Syaiful Anwar Malang, dan RS Dr. Soedono Madiun. Untuk beberapa daerah yang mengalami serangan cukup parah, Pemerintah Provinsi Jatim memberikan bantuan paket obat-obatan di RSU Gambiran, Kediri; RSU Pare, Kediri; RSU Nganjuk, dan RSU Kertosono
"Kami juga memberikan bahan-bahan pembasmi vector/nyamuk sebanyak 2 ribu liter Malathion, 1.600 Cynov, 3 ribu kg Abate, dan 150 resigen, serta bantuan biaya operasional sebesar Rp 30 juta ke daerah tempat terjadinya DBD,? kata Bambang Giatno.
Pemerintah Provinsi Jatim juga telah membentuk tim khusus gerak cepat penanggulangan DBD bekerjasama dengan tim medis RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, dengan tugas utama melakukan asistensi dan fasilitasi kegiatan di RS kabupaten atau kota dalam upaya mencegah kematian. Posko Penanggulangan DBD Jatim dipusatkan di Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Jl. A Yani 113, Surabaya, telp. 031-8289650, fax: 031-8280113.
Agus Raharjo - Tempo News Room
|