Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

12 Meninggal Akibat Demam Berdarah di Jawa Barat
16 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Bandung:Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Yudi Prayuda mengatakan penduduk Jawa Barat yang terserang penyakit demam berdarah pada bulan Februari ini mencapai 705 orang.

Sementara, berdasarkan data Dinas Kesehatan Jabar serta hasil pemantauan Koran Tempo, 12 orang di antaranya meninggal dunia.

Mereka yang meninggal, kata Yudi, berasal dari Kabupaten Indramayu sebanyak lima orang, Kota Bogor dua orang, dan dari Depok, Cianjur, dan Majalengka masing-masing satu orang, ditambah dua orang pasien (sesuai hasil liputan Koran Tempo) dari Rumah Sakit Cibabat, Kota Administratif Cimahi.

Meski sudah ribuan orang yang terjangkit penyakit ini, namun di Jawa Barat demam berdarah belum dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). “Karena jumlah pasien meninggal belum seimbang dengan jumlah penderita,” kata Yudi.

Pasien demam berdarah (DB) yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Februari ini (terhitung sejak awal Februari) tercatat 396 orang. Angka ini menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencapai 771 orang.

Meski demikian, pasien yang dirawat dirumah sakit ini, menurut Direktur Utamanya Prof DR Cissy Bana Kartasasmita, bisa terselamatkan. “Alhamdulillah tidak ada yang meninggal,” kata Cissy.

Tahun 2003 lalu, menurut Cissy, pasien DB yang dirawat di RSHS dalam kurun waktu 1 tahun mencapai 5.697 orang. Ledakan penderita terjadi pada bulan Maret dan Juni, yakni mencapai 1.356 (Maret) dan 1.651 orang (Juni).

Sementara itu, berdasarkan pemantauan, penyakit ini juga berjangkit di beberapa daerah di Kabupaten Bandung dan Kota Administratif Cimahi.

Di Rumah Sakit Al-Islam, Jalan Alun-alun Soreang, Kabupaten Bandung bagian selatan, penderita DB yang dirawat inap hingga hari ini mencapai 70 orang. Sedangkan pada bulan Januari 2004 kata, kata bagian pelayanannya, Nunung NH, penderita mencapai 179 orang. Menurut Nunung, di rumah sakit ini tidak ada satu pasien pun yang meninggal.

Hal berbeda terjadi di Rumah Sakit Cibabat, Kota Administratif Cimahi yang secara geografis berada di sebelah barat Kota Bandung. Menurut petugas medical record-nya, Sri Rusmiati, pasien DB Januari–Februari 2004 tercatat 119 orang itu, dua orang di antaranya meninggal dunia.

Rinny Srihartini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data