Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

Penipu Berkedok ONH Plus Diadukan
04 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Purwakarta: 18 korban penipuan mengadukan Achmad Basri, pimpinan Raudloh Plus, biro perjalanan haji ONH plus, ke Polwil Purwakarta, Jawa Barat, karena mereka gagal berangkat ke Mekah. Para korban rata-rata sudah menyetor ongkos haji Rp 29 juta ke biro haji yang beralamat di Jalan Yupiter Raya No.24 Rt.04/08 Sekejati, Margacinta, Kabupaten Bandung.

Salah seorang korban, Wapri Suherman, 53 tahun, warga Kampung Krajan, Desa Ciracas, Kecamatan Kiara Pedes, Purwakarta, saat ditemui di Mapolwil Purwakarta, Rabu (4/1), mengatakan beberapa bulan lalu, Achmad Basri mendatanginya. Achmad menyatakan siap mengurus proses keberangkatannya. Bahkan, Basri sanggup menggolkan visa keberangkatannya meskipun kuota haji Indonesia dibatasi pemerintah Arab Saudi. Karena tidak memiliki uang cukup, Wapri menjaminkan tanahnya seluas 2.000 meter persegi dan uang sebesar Rp 9,1 juta untuk mencukupi segala keperluannya naik haji tersebut.

Seperti calon jemaah haji lainnya, Wapri pun sempat melewati masa latihan manasik haji bersama 17 korban lainnya di komplek Bumi Makmur Indah di Lembang, Bandung. "Saya latihan selama tiga hari," kata Wapri. Seusai manasik haji, ke-18 korban penipuan itu dijanjikan diberangkatkan ke tanah suci pada 20 Januari 2004, melalui embarkasi Soekarno-Hatta.

Sampai waktu keberangkatan 20 Januari 2004, Achmad membatalkan janjinya dengan alasan visa para calon jemaah haji belum selesai. Basri lalu menjanjikan jadual keberangkatan tanggal 23 Januari 2004. Tapi dia ternyata bohong lagi. Baru pada 27 Januari 2004, meski belum memiliki visa, seluruh calon jamaah haji diberangkatkan ke komplek perkantoran pemda Purwakarta dengan mengunakan bis eksekutif Harum.

Para calon jamaah haji ONH plus tersebut dijanjikan akan langsung dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta. Tapi, setelah sampai Jakarta, Achmad membawa serta rombongannya ke Hotel Royal yang terletak di Pecenongan, Jakarta Pusat.

Lagi-lagi Basri beralasan, visa masuk Arab Saudi belum selesai.

Setelah tiga hari berada di hotel tersebut, para calon jamaah haji mulai resah dan menemui berbagai kejanggalan, hingga akhirnya sampai pada satu kesimpulan, mereka telah ditipu Achmad.

Mereka lalu memaksa Achmad memulangkan mereka ke Purwakarta. Achmad pun tak kuasa menolak. Sesampainya di Purwakarta, 18 calon jamaah haji yang tertipu itu langsung membawa Achmad ke markas Polwil Purwakarta, mengadukan seluruh peristiwa yang mereka alami. Sejak itu, Achmad meringkuk di tahanan Polwil Purwakarta.

Kepala Polwil Purwakarta Komisaris Besar Alyosius Mudjiono kepada wartawan, Rabu siang, mengatakan modus Achmad adalah penipuan. Sebab, setelah dikonfirmasi kepada pihak departemen agama Purwakarta, setelah 27 Januari, tak ada lagi jadual pemberangkatan jamaah haji asal Indonesia.

Menurut Mudjiono, Basri telah mengeruk uang dari 18 korbannya yang berasal dari Kabupaten Purwakarta, Subang dan Bandung, sebesar Rp 520 juta. Informasi yang diperoleh Tempo News Room, menyebutkan dalam aksinya Achmad Basri yang masih tercatat sebagai dosen pembantu di IAIN Sunan Gunung Jati Bandung itu, bekerjasama dengan Ghofur, dan sampai kini masih buron.

Nanang Sutisna - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

52 Korban Mina
48 Korban yang Syahid di Mina
RI Diminta Desak Saudi Perbaiki Pelayanan Haji
Depag: Korban Akan Terima Santunan dan Asuransi
Arab Saudi: 54 Korban Asal Indonesia

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data