|
Jawa Tengah
PDIP Banyumas Pecah, KPU Tegang
20 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Purwokerto:Menit-menit terakhir penyerahan berkas partai di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas berlangsung menegangkan menyusul perpecahan di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Karena perpecahan itu, sedikitnya 40 orang berseragam Satgas PDIP berada di kantor itu. Mereka menghadang rombongan Sekretaris PDIP Widiyono yang secara tiba-tiba menyerahkan daftar caleg baru ke KPU sekitar pukul 23.30 WIB, Senin (19/1).
Penyerahan daftar caleg versi Widiyono yang dilakukan oleh dua orang anggota partai berlambang banteng itu dicegat Satgas PDIP yang dipimpin oleh Yoyok Sukoyo, Wakil Ketua DPC PDIP Banyumas. Kelompok Yoyok menganggap tindakan yang dilakukan kelompok Widiyono sebagai ilegal dan tidak bisa dibenarkan.
Tidak urung, bertemunya dua rombongan itu memunculkan ketegangan. Keduanya bersikukuh berhak mengajukan daftar caleg. Kubu Widiyono menganggap kubu Ketua DPC PDIP juga tidak bisa menyerahkan daftar caleg tanpa didampingi dirinya sebagai sekretaris, karena di Banyumas telah disepakati penyerahan berkas caleg harus dilakukan ketua partai dan sekretaris. Namun kubu Herman menolak anggapan itu karena hal itu tidak diatur dalam UU No. 12 Tahun 2002 tentang Pemilu.
Karena sama-sama ngotot, akhirnya kedua kubu terlibat perang mulut selama setengan jam lebih. Meski situasi panas dan emosional namun tidak sempat terjadi insiden. Ketika didesak untuk memutuskan daftar caleg mana yang diterima KPU, Anggota KPU Divisi Pendaftaran Pemilih Peserta Pemilu, Pencalonan, dan Pencalegan, Diana Tambunan, bersama beberapa anggota KPU yang lain
akhirnya memutuskan kedua daftar itu diterima secara formal.
"Namun masalah perpecahan yang terjadi dalam tubuh PDIP kami kembalikan pada partai. Harus partai sendiri yang menyelesaikannya," tegasnya.
Salah satu pembawa berkas kelompok Widiyono, Bambang Eko Yulianto, menyatakan langkah yang ditempuh Widiyono dengan membuat daftar caleg baru adalah akumulasi kekecewaan sebagian kader partai pimpinan Megawati karena daftar caleg yang disusun DPC PDIP dinilai tidak aspiratif.
Menurutnya, banyak kader partai yang seharusnya masuk menjadi caleg dikalahkan beberapa nama dari luar partai seperti pengusaha yang tiba-tiba 'menongkrongi' nomor urut atas. Hal itu membuat mereka kecewa. Akhirnya muncullah tindakan 'mbalelo' itu.
Meski sudah ada keputusan KPU, namun kedua kubu tetap tidak beranjak dari kantor KPU. Alhasil, hingga lewat detik terakhir penyerahan berkas, pukul 00.00 WIB, ketegangan terus mewarnai kantor KPU. Mereka baru meninggalkan KPU pukul 00.15 WIB setelah dua orang dari kubu Widiyanto pulang.
Dari 23 partai yang lolos seleksi mengikuti Pemilu 2004 di Banyumas, seluruhnya telah menyetor berkas. Partai terakhir yang menyerahkan berkasnya adalah Partai Demokrat. Partai ini baru menyerahkan berkas tepat pukul 00.00 WIB.
Beberapa jam sebelumnya tersiar kabar sebagian kader Partai Golkar Banyumas juga mendatangi KPU Banyumas untuk memprotes daftar nomor urut caleg yang telah diserahkan partai berlambang beringin itu. Setali tiga uang dengan PDIP, sebagian kader Golkar kecewa dengan nomor urut caleg yang ada. Namun hingga detik terakhir, tidak tampak rombongan yang kecewa dari Partai Golkar.
Ari Aji HS - Tempo News Room
|