Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Malang

Dua Tewas dalam Kecelakaan KA di Malang
19 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Malang: Kereta api ekonomi Penataran jurusan Surabaya-Blitar menyeruduk sejumlah kendaraan bermotor dan sebuah becak di perempatan Jl. RE Martadinata, dekat Stasiun Kereta Api Kota Lama, Malang, Jawa Timur, Senin (19/1), pukul 10.45 WIB. Dua tewas dalam insiden ini.

Dalam kecelakaan tersebut, satu truk colt bermuatan tembakau N-7963-B, satu buah Panther merah B-110-BG, dua sepeda motor Tiger 2000 berwarna merah dan silver bernomor polisi N-5765-FS dan N-3923-CF, dan becak rusak berat. Dua sepeda motor tergencet di bawah mobil Panther, becak hancur di bawah tindihan badan truk.

Selain kendaraan-kendaraan ini, ikut terhantam mobil Mercy hitam seri E-300 bernomor polisi L-1512-B, Kijang biru N-2186-C, Supra hitam N-3553-F, sebuah Suzuki Shogun, serta dua buah mikrolet. Keempat kendaraan ini berhasil menyelamatkan diri walau bodi kendaraan rusak cukup parah.

Adapun korban meninggal masing-masing H. Ayun alias Imam Syafi'i, 25 tahun, pengendara Tiger N-5765-FS,
dan Pak Rin, 40 tahun, tukang becak. Hingga berita ini ditulis, korban Pak Rin belum ada yang melapor sebagai
anggota keluarganya. Sedangkan korban H. Ayun sudah dibawa pulang keluarganya.

Selain korban tewas, tiga orang menderita luka parah dan dua luka ringan. Luka parah dialami pasangan Supriyatin, warga Blitar, dan Sukardi asal Waru, Sidoarjo. Luka ringan dialami Mulyaki, Eddy Effendi, pengendara Supra, dan Sugiono, supir truk. Sebagian korban luka dirawat di RS Panti Nirmala dan sebagian lagi termasuk korban meninggal diboyong ke RSU Syaiful Anwar. "Korbannya belum selesai didata karena ada korban yang luka ringan, tak melapor, lalu pulang," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Malang, AKB Fatkhur Rahman kepada wartawan.

Dari keterangan yang dihimpun Tempo News Room di tempat kejadian, kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengendara, namun ada juga yang menilai kelalaian petugas perlintasan kereta api. Saksi Yoyok, pengendara Mercy hitam, mengaku tidak mendengar dan melihat tanda kereta api yang akan lewat.

"Saya sempat membatin, kalau terjadi kecelakaan, bisa gawat nyawa saya. Saya tidak tahu persis, tahu-tahu
mobil saya terseret sejauh 15 meter tapi saya kebut gas untuk melepaskan diri. Keadaannya ramai sekali, sukar diingat, Mas," kata Yoyok, dan diamini rekannya, Ikhsan.

Menurut Noval, Kepala Stasiun Kereta Api Kota Lama, pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur. Petugas pos
perlintasan, Hartono, sudah mengibarkan bendera merah tanda larangan bagi kendaraan yang hendak melintas.
Palang pun berusaha diturunkan sepenuhnya namun terhalang sejumlah kendaraan yang berusaha melintas.

Sebelumnya, kata Noval, kereta api pertama berhasil lewat dengan selamat. Hanya saja, ketika kereta api
kedua hendak lewat, terjadi kemacetan sekitar 45 menit di lokasi kejadian. Masing-masing pengendara berusaha
mendahului. Petugas polisi sibuk mengatur kendaraan yang hendak menerobos lintasan yang hendak ditutup.

"Saking semrawutnya, saya dan anak buah tak lagi kuasa mencegah laju kereta api yang melintas pelan karena
sudah dekat stasiun. Kami sudah bekerja sesuai prosedur, Mas. Kami sudah kibar-kibarkan bendera tanda
ada kereta yang mau lewat. Siapa yang salah, ya kita tunggu saja hasil pemeriksaan. Keadaannya kacau
begitu," ujar Noval.

Sejumlah saksi membenarkan kemacetan yang terjadi di perempatan Martadinata. Kemacetan adalah
pemandangan biasa di kawasan padat lalu lintas dekat stasiun itu. Namun, beberapa saksi mengaku tidak melihat upaya petugas kereta api menurunkan palang pintu ketika kereta api kedua hendak melintas. Suara penanda kereta yang akan lewat pun tidak berbunyi.

Menurut Fatkhur Rahman, berdasarkan laporan yang ia terima, minimal ada seorang dan maksimal dua orang
yang patut dijadikan tersangka. Saat ini para petugas kereta api, terutama Hartono, penjaga lintasan, masih dalam
pemeriksaan intesif petugas kepolisian.

Perempatan RE Martadinata atau perempatan Stasiun Kotalama, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Sukun, Kota
Malang, memang rawan kecelakaan lalu lintas. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas antarkendaraan bermotor. Sedangkan kecelakaan di lintasan kereta api juga pernah terjadi di lokasi yang sama, tepatnya 22 Juli 2003. Saat itu, sebuah lokomotif menabrak taksi hingga ringsek berat. Tak ada korban tewas kecuali sopir dan penumpangnya cedera ringan.

Abdi Purmono - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Kereta Argo Muria Tabrak Mobil Escudo
Lokomotif Kereta Diesel Terbakar di Simprug
KRL Anjlok di Stasiun Bogor
Kecelakaan Kereta Api Paling Banyak Tahun Ini
Pelajar Tersengat Listrik Kereta Api

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data