|
Jawa Barat
Petani Udang Indramayu Gagal Panen
02 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Indramayu: Puluhan hektar tambak udang milik petani tambak desa Limbangan, kecamatan Juntinyuat, kabupaten Indramayu, terancam gagal panen. Menurut Ketua Koperasi unit Desa Mina Sejati, Nasdiya, hal itu disebabkan lahan tambak telah tercemar limbah yang berasal dari PT Batavindo Krida Nusa. "Akibat pencemaran limbah, puluhan ribu udang dengan usia tanam hampir dua setengah bulan mengalami kolap atau stres berat," katanya, Jumat (2/1).
Untuk itu pihak KUD Mina Sejati atas nama petani tambak yang mengalami kerugian, melaporlan soal ini ke Kepolisian Resort Indramayu melalui Kepolisian Sektor Juntinyuat. Dalam laporan, mereka menuntut PT Batavindo Krida Nuasa bertanggungjawab atas kerugian para petambak udang.
Menurut Nasdiya, sebelum pabrik PT Batavindo beroperasi, hasil panen udang di daerah tersebut sangat memuaskan. Namun perlahan-lahan, panen udang yang didapat petambak perlahan-lahan terus menyusut. Ada delapan petambak yang merasa dirugikan. Tapi mereka sebenarnya tidak menuntut macam-macam, asal manajemen PT Batavindo bersedia menanggung ganti rugi biaya yang sudah dikeluarkan mereka selama ini.
Secara terpisah, pihak manajemen PT Batavindo Krida Nusa Hamdani, saat ditemui Tempo News Room, Jumat (2/1) membantah pihaknya melakukan pencemaran limbah ke lahan tambak milik petambak. "Kalau memang limbah pabrik kami benar-benar mencemari tambak udang, tentungya semua tambak udang di wilayah sekitar akan gagal panen. Tapi, masih banyak petani yang berhasil panen," tuturnya.
Menurut Hamdani, seharusnya petambak tahu, bibit udang bisa mati kapan saja, bukan hanya karena limbah pabrik.
Sedangkan soal limbah pabrik PT Batavindo, Hamdani menyatakan pabrik tersebut menghasilkan limbah Natrium Klorid yang kadarnya masih di bawah kadar air laut. "Jadi sangat tidak benar kalau bisa mematikan udang", katanya.
Kapolsek Juntinyuat, Ajun Komisaris Polisi Mohammad Riyadi Paweka, saat ditemui Tempo News Room mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara pasti mengenai limbah pabrik sebelum melakukan penelitian. "Kami akan mengambil contoh air di tambak yang dilaporkan tercemar limbah pabrik tersebut", tuturnya. Contoh air tambak tersebut akan diteliti di laboratorium Universitas Pajajaran, Bandung.
Ivansyah - Tempo News Room
|