|
Aparat Keamanan Siaga di Larantuka
16 November 2003
TEMPO Interaktif, Larantuka: Sehari setelah insiden Sabtu kelabu, situasi keamanan di Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, mulai tenang. Ribuan orang yang semula berkonsentrasi di jalan-jalan protokol dan pusat pertokoan sudah kembali ke rumah masing-masing.
Namun, aparat keamanan dari Polres Flores Timur dibantu satuan Brimob yang digeser dari Maumere dan Kodim 1624/Larantuka tetap disiagakan di sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah jabatan Bupati Felix Fernandes, rumah jabatan Ketua Pengadilan, rumah jabatan Kepala Kejaksaan Negeri dan pejabat tinggi lainnya.
Sementara aparat keamanan dilaporkan belum berhasil mengamankan provokator atau otak dibalik insiden
pembakaran gedung Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri, Sabtu (15/11).
Kapolres Flores Timur AKBP Darto Juhartono, Minggu (16/11), mengatakan, aksi pembakaran kedua kantor lembaga penegak hukum tersebut merupakan tindakan kriminal yang harus diusut tuntas dan diproses secara hukum. "Saya sudah perintahkan untuk mengusut tuntas kasus ini. Para pelaku dan oknum-oknum yang teridentifikasi sebagai provokator akan diproses secara hukum," kata Kapolres.
Gubernur Nusa Tenggara Timor Piet A. Tallo dalam imbauannya meminta masyarakat di Kabupaten Flores Timur agar tetap tenang, bersabar dan tidak termakan emosi dalam menyikapi sengketa antara Bupati Feliks Fernandes dan Romo Frans Amanue. "Hadapi persoalan dengan tenang, sabar dan hati yang dingin sehingga tidak menimbulkan kerugian. Sebab kita sendiri yang rugi kalau masyarakat bertindak brutal," ujar Tallo.
Massa membakar kantor Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Larantuka, Nusa Tenggara Timur, sehubungan dengan vonis dua bulan yang dijatuhkan kepada Romo Frans Amanue Pr., Sabtu (16/11). Selain itu, massa membakar tiga rumah pegawai Kejaksaan Negeri.
Jems de Fortuna - Tempo News Room
|