|
Jawa Timur
Direktur Gudang Garam Ikut Pencalonan Walikota Kediri
12 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Pemberdayaan Usaha PT Gudang Garam, Rinto Harno mengambil formulir pendaftaran kandidat Walikota Kediri di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kediri dengan menaiki becak, sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (12/11). "Karena lokasi kantor DPRD di JL Mayor Bismo, dekat dengan kantor," kata Rinto yang datang tanpa pengawalan kepada Tempo News Room.
Majunya Rinto Harno dalam pencalonan walikota, maka Walikota Kediri HA Maschut tidak lagi menjadi calon tunggal.
Usai memgambil formulir di gedung DPRD, Rinto tidak langsung kembali ke kantornya, tapi meneruskan perjalanan naik becaknya ke kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Kediri.
Menurut Rinto, niatnya maju sebagai kandidat Walikota Kediri merupakan langkah yang serius. Namun, semua ini karena dorongan para ulama. Rinto menyebutkan dua nama ulama kharismatik Kediri yang memberi dukungan, yaitu pengasuh pondok pesantren Lirboyo, KH Idris Marzuki dan pengasuh pondok pesantren Jamsaren, KH Anwar Iskandar. Karena didukung para ulama, maka Rinto mencalonkan diri dari PKB, meskipun anggota fraksi lain juga mendukungnya. "Tanpa ada perintah dari para ulama saya tidak berani. Yang jelas hati nurani saya juga telah siap untuk mengabdikan diri pada masyarakat," kata lelaki yang sehari-hari mengendarai VW Safari kanvas hijau militer itu.
Terkait posisinya sebagai pejabat di PT Gudang Garam, Rinto menyatakan tidak ada masalah, karena majunya sebagai kandidat walikota merupakan langkah pribadi. Meskipun begitu, Rinto menyatakan akan membagi waktu seadil-adilnya jika terpilih sebagai walikota. Bahkan siap untuk sementara waktu "istirahat" dari posisinya sebagai direktur PT Gudang Garam. "Karena ini langkah pribadi, nggak perlu ada izin khusus dari perusahaan. Yang jelas saya nggak mengharapkan dukungan dari Gudang Garam. Saya harus bisa memposisikan secara adil dan jelas persoalan ini," katanya.
Menurut lelaki kelahiran Setono Betek Kediri, 17 Agustus 1950 ini, saat ini dia terlibat dalam sekitar 50 kegiatan sosial bertaraf nasional dan internasional. Untuk itu, dia sudah berusaha melepas secara perlahan-lahan keterlibatannya di berbagai organisasi sosial tersebut sebegai konsekuensi maju sebegai calon walikota.
"Meskipun saat ini saya belum jadi walikota, tapi selalu siap 24 jam melayani masyarakat termasuk para karyawan Gudang Garam. Apalagi nanti jika terpilih. saya siap melayani masyarakat 24 jam penuh," katanya.
Menurutnya, sebagai orang yang sangat berpengalaman menangani perusahaan berlevel internasional, dia kan berusaha meningkatkan ekonomi lebih pesat dengan memanfaatkan potensi yang belum tergarap. "Tapi, semua yang kita lakukan tidak harus melalui Gudang Garam. Kita harus berani melihat Kota Kediri secara makro," katanya.
Dwidjo U Maksum - Tempo News Room
|