Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Surabaya

Ratusan Buruh Perempuan CV Branalaksa Berunjuk Rasa
04 November 2003

TEMPO Interaktif, Surabaya: Ratusan buruh perempuan CV Branalaksa -perusahaan pengolahan sarang walet, melakukan aksi demontrasi di depan kantornya sendiri, di Jalan Kertajaya Indah Blok E/110, Surabaya, Selasa (4/11). Para buruh memprotes perlakuan tidak senonoh majikannya yang menelanjangi mereka hingga tinggal berpakaian dalam, sebelum pulang kerja. Tiap kali para buruh meneriakkan, "hentikan ronda telanjang".

Beberapa jam setelah dimulainya aksi di pagi hari itu, aparat kepolisian pun tiba. Tanpa diduga, polisi melakukan kekerasan untuk membubarkan massa. Merasa tidak bisa membubarkan, beberapa pengunjuk rasa langsung ditarik dan dibawa pergi. Sekitar 9 buruh yang ditangkap, diantaranya Mastucha -16 tahun,
Siti Khotijah -17 tahun, Kumalasari -25 tahun, Ayatun Nikmah -16 tahun, Hosniah -18 tahun, Aminah -30 tahun, Harmini -30 tahun, Hesti -30 tahun dan Fakjhur Rohman -25 tahun yang mengaku bukan karyawan.

Menurut Sri Sudarmi, 23 tahun, "ronda telanjang" -istilah para buruh, sudah berjalan tiga bulan. Setiap buruh disuruh melucuti seluruh pakaiannya hingga tinggal pakaian dalamnya, sebelum pulang kerja.
"Gara-gara takut pencurian, seluruh tubuh kami diperiksa. Meski yang memeriksa perempuan, tetap saja pelecehan," katanya.

Menurut Inspektur Satu (Iptu) Polisi Moch Soleh, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Surabaya Timur, para buruh digaruk, lantaran tidak memberitahu akan berunjuk rasa. "Kita datang ke sana, agar demo tertib, tidak anarkis," katanya. Soleh mengaku menangkap 9 orang dari para pengunjuk rasa, dikarenakan merekalah yang menonjol diantara para pengunjuk rasa. Sampai sekarang, ke-9 buruh masih diperiksa. Polisi, kata Soleh, akan berupaya menjadi mediator buruh dan perusahaan.

Selain itu, Soleh menyatakan, menurut informasi yang diperoleh, CV Branalaksa beroperasi tanpa ijin dengan tempat kerja berada di bawah tanah bangunan rumah mewah. "Kita akan periksa pemiliknya," katanya.

Adi Mawardi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Ratusan Buruh Perempuan CV Branalaksa Berunjuk Rasa
Demo Tentang Judi Gelap di Jakarta
Tiga Bulan Tidak Digaji, Karyawan Berunjuk Rasa
Masyarakat Sulawesi Tengah Tolak PT INCO
Demo Tolak Pemilihan Bupati Wamena

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data