Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

Golkar Khawatir Insiden Bali Merembet ke Jatim
27 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Surabaya:Bentrokan massa pendukung PDIP dan Partai Golkar yang menewaskan dua orang di Buleleng, Minggu (26/10), membuat was-was petinggi Partai Golkar Jatim. Insiden ini ditakutkan akan memercikkan potensi konflik di daerah-daerah di Jawa Timur.

Selama ini Jawa Timur rentan terhadap kasus-kasus gesekan politik. Pada tahun 2001 lalu, kantor DPD Golkar dilalap api akibat kekisruhan politik.

Sekretaris Golkar Jawa Timur Gatot Soedjito ketika ditemui Tempo News Room mengatakan Golkar Jatim membuat sejumlah langkah antisipasi agar tragedi tersebut tidak terulang. Di antaranya, meningkatkan komunikasi politik dengan sesama petinggi partai di Jawa Timur, termasuk dengan PDIP.

Selain itu, Partai Golkar Jatim juga segera membuat antisipasi dengan menanamkan ke kader-kader partai berlambang pohon beringin ini untuk tidak menerapkan model demokrasi menang-menangan. "Mestinya, kalau para petinggi partai menanamkan cara berdemokrasi yang baik, peristiwa di Buleleng itu tidak akan terjadi," katanya.

Kekhawatiran Golkar Jatim ini sangat beralasan mengingat Jawa Timur merupakan basis kuat dua partai besar, PDIP dan PKB, yang dulu merupakan lumbung besar Golkar. Kini, Golkar memiliki strategi besar untuk meraup kembali suara yang hilang dengan menarik kembali para pemilih mengambang untuk bernaung di bawah beringin.

Ini terbukti dengan serangkaian kegiatan Golkar berskala nasional dengan mendatangkan sejumlah petinggi pusat Golkar, termasuk Akbar Tandjung belakangan ini.

Sementara itu, petinggi PDIP Surabaya Baktiono mengatakan dalam sejarahnya pendukung PDIP Surabaya dan Jawa Timur tidak pernah melakukan tindakan anarkhis. Jadi, menurut anggota DPRD Surabaya ini tidak beralasan jika muncul kekhawatiran bahwa pendukung PDIP di Surabaya atau Jawa Timur akan melakukan tindakan seperti di Buleleng.

"Selama ini Surabaya dan Jawa Timur aman-aman saja kok. Pendukung PDIP, mulai zamannya ketika masih bernama PDIP Pro Mega tidak pernah berbuat rusak-rusakan," katanya.

Meski begitu, Baktiono mengajak semua pihak untuk menahan diri agar kasus politik di Buleleng tidak merembet ke daerah lain. Selain itu, ia juga meminta agar aparat kepolisian meningkatkan pengamanannya agar situasi aman terjaga hingga usai Pemilu April 2004 nanti.

Sunudyantoro - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Empat Pemuda Diserang Saat Tadarusan
Golkar Khawatir Insiden Bali Merembet ke Jatim
Polisi Bali Periksa Lagi 26 Orang
Warga Bojong Bentrok Dengan Preman
Mahasiswa Makassar Sweeping Polisi

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data