|
Jawa Barat
LSM Lebak Desak Pemilihan Bupati Dihentikan
17 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Rangkasbitung: Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam jaringan gerakan untuk rakyat (Jagur) di Kabupaten Lebak mendesak agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubernur Banten menghentikan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak periode 2003-2008. Alasannya, proses pemilihan itu dinilai sarat dengan rekayasa dan politik uang.
Juru bicara Jagur, Agus Sutisna, kepada Tempo News Room, Jumat (17/10) mengatakan, keputusan fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lebak yang menetapkan calon bupati dan wakil bupati Lebak dinilai tidak mematuhi ketentuan tata tertib yang dibuat DPRD sendiri. Sebab dalam pemilihan tahap I, tidak dilakukan penyisihan calon, seperti seharusnya.
Kenyataannya jadual Pilkada dan persyaratan calon dibuat sedemikian rupa sehingga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Dalam hal ini, kami juga mencium aroma money politic, sehingga banyak calon yang belum apa-apa sudah terjegal saat pendaftaran dibuka," ujarnya.
Keanehan lain, fraksi-fraksi di DPRD sudah menetapkan nama-nama calon. Padahal tata tertib tentang pemilihan kepala daerah justru belum disahkan oleh DPRD. "Karena itu kami meminta kepada Mendagri dan Gubernur Banten menghentikan Pilkada, sekaligus melakukan pemeriksaan seperlunya dengan instansi-instansi terkait," ujar Agus Sutisna.
Menanggapi tudingan Jagur, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Daerah, Taufik Rahman mengemukakan, tudingan tersebut salah alamat. Sebab, penentuan bakal bupati dan wakilnya bukan keputusan panitia, tetapi fraksi-fraksi yang ada di DPRD. "Kami tidak berhak mengintervensi keputusan tersebut," ujarnya.
Taufik Rahman mengatakan, hingga sekarang belum menemukan sesuatu yang menyebabkan proses pemilihan dihentikan. "Wajar saja, jika pihak yang tidak lulus seleksi tahap I, tidak terima. Itu hak mereka. Hanya perlu diingat, tidak ada rekayasa untuk memenangkan suatu calon di sini, semuanya sesuai prosedur," ujarnya.
Menurut catatan, empat fraksi di DPRD Lebak telah mencalonkan jago mereka untuk memperebutkan kursi bupati Lebak priode 2003-2008. Fraksi Partai Golkar mencalonkan pasangan Yasa Mulyadi, bupati Lebak sekarang dengan Maman Saifreul Rochamn; Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mencalonkan pasangan H Embay Muliadijabaya, bendahara Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Pusat dengan Odi Chudori Patma; dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusung nama Uung Hamidi dengan Babay.
Faidil Akbar - Tempo News Room
|