|
Jawa Barat
Seleksi Ulang Karyawan PT Dirgantara Indonesia, Usai
10 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Bandung: Direktur Utama industri pesawat terbang, PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) Jum’at sore (10/10) mengumumkan hasil seleksi ulang yang dilakukan tim independen Perso Data terhadap seluruh karyawan PT. DI. Seleksi ulang itu dilakukan terhadap karyawan yang masih dirumahkan sejak 11 Juli lalu maupun terhadap 2.600 karyawan yang sudah kembali dipekerjakan.
Menurut Direktur Utama Edwin di Gedung Pusat Management (GPM) di Bandung, karyawan yang dinyatakan lulus sebanyak 4.957 orang –sudah termasuk 2.600 karyawan yang saat ini sudah aktif berkerja- dari 5.057 orang karyawan yang mengikuti seleksi. Yang tidak lulus 100 orang.
Dari yang lulus, 3.400 orang akan diserap bisnis inti. Sisanya, 1.557 orang masuk pusat pelatihan atau disalurkan ke bisnis plasma PT. Dirgantara, seperti Air Operator Charter, Medical& Environment Product, Global Workshop, Flying School, Printing, Otomotif dan Training Centre.
Karyawan yang tidak terserap bisnis inti akan menerima pemutusan hubungan kerja dengan PT DI, setelah bisnis plasma tempat mereka bekerja sudah mampu menghidupi diri sendiri, tapi diberi waktu hanya hingga akhir Desember 2003. Karyawan akan masuk awal Nopember dan hingga tenggat yang ditentukan, akan digaji PT DI. "Sehingga awal tahun 2004 kami sudah fokus ke bisnis inti dengan 3400 karyawan” kata Edwin.
Sedangkan bagi 3.900 karyawan yang menolak ikut seleksi ditambah 100 karyawan yang tidak lulus, akan menerima pemutusan hubungan kerja, paling lambat 21 November 2003.
Sementara itu pesangon yang akan diberikan kepada karyawan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003, yaitu maksimal 13 kali gaji total. Dana yang harus disediakan perusahaan untuk membayar pesangon mencapai Rp. 130 miliar, yang didapat PT. DI dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional sebagai dana talangan.
Rinny Srihartini - Tempo News Room
|