|
Jawa Timur
Enam Korban Tabrakan Kapal Masih Dirawat
27 September 2003
TEMPO Interaktif, Surabaya: Enam orang korban tabrakan kapal KM Mandiri Nusantara, rute Balikpapan-Surabaya dengan kapal kargo MV Uni Chart, berbendera Taiwan, masih dirawat di Rumah Sakit Pelabuhan, Tanjung Perak Surabaya. Sedangkan 10 korban lainnya sudah pulang dan kini ditampung di mes PT Prima Vista, perusahaan pemilik kapal.
Enam orang yang dirawat itu masih diperiksa intensif setelah dilakukan operasi maraton sejak semalam. Para korban yang terluka parah ini, sebagian besar terkena di bagian kepala, patah tulang, patah tulang rahang, sebagian kulit kepala mengelupas. "Empat dari enam korban masih belum sadarkan diri," kata Widorini Sunaryo, Direktur Utama RS Pelabuhan.
Sementara itu, Daniel Aji, kepala bagian tehnik PT Prima Vista, menyatakan semua biaya perawatan para korban ditanggung perusahaan. Selain itu para korban juga akan mendapatkan asuransi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Untuk korban meninggal mendapat asuransi Ro 20 juta, sedangkan yang cacat disesuaikan dengan kondisi.
Biaya perawatan 16 korban bisa mencapai ratusan juta rupiah. Biaya operasi satu korban saja menurut Herry Setiawan, kepala bagian pemasaran, Rp 50 juta. "Semua biaya masih ditanggung rumah sakit," paparnya.
Sedangkan kerugian akibat musibah itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Perbaikan lambung kapal yang robek sepanjang 20 meter dan lebar 6 meter saja diperkirakan menelan biaya Rp 1-2 miliar. "Kita belum menghitung kerugian secara keseluruhan. Yang jelas miliaran rupiah," kata Daniel.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Agum Gumelar menekankan agar kecelakaan kapal laut ini diteliti penyebabnya hingga tuntas.
Adi Mawardi - Tempo News Room
|