Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Gubernur Jawa Barat Minta Sebagian Kewenangan Kabupaten dan Kota
02 Agustus 2003


TEMPO Interaktif, PURWAKARTA: Gubernur Jawa Barat Dany Setiawan, meminta bupati dan walikota di Jawa Barat segera menyerahkan sebagian kewenangan yang belum bisa dilaksanakan ke pemerintah provinsi. Permintaan ini disampaikan Dany di Purwakarta saat berlangsung reuni SMUN 25 Purwakarta, Sabtu (2/8).

Menurut Dany, sejumlah wewenang bupati dan walikota terlantar karena pemerintah kabupaten dan pemerintah kota tak memiliki dana yang cukup untuk melaksanakannya. Maka, Dany meminta bupati dan walikota secepatnya menginventarisir kewenangan selama otonomi daerah bisa dijalankan dan kewenangan yang tak bisa dijalankan. "Kewenangan itu kan perlu dukungan biaya," kilah Dany.

Jika belum mampu, kata Dany, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota mestinya menitipkan kewenangannya ke pemerintah provinsi. Tapi, kenyataannya belum satu pun yang menitipkan. Menurut Dany, bila nanti kabupaten dan kota sudah merasa kuat dan bisa melaksanakanya, pemerintah provinsi akan mengembalikan lagi. kewenangan itu. Tapi, lanjutnya, kalau pemerintah kabupaten dan pemerintah kota keukeuh tidak mau menyerahkannya: "Ya nggak apa-apa."

Dany menolak dinilai melakukan upaya sistematis menggembosi sistim otonomi daerah yang terpusat di pemerintah kabupaten dan pemerintah kota sesuai UU No.22/99. "Oh.. saya tidak setuju kalau otonomi itu digembosi, jangan sampai terjadi," imbuhnya.

Bupati Purwakarta, Lily Hambali, menyangkal pernyataan Gubernur Dany. Menurut Lily, selama ini daerah mampu melaksanakan kewenangan apa pun yang diserahkan pusat dan provinsi. “Tak ada alasan buat menyerahkan atau pun menitipkan kewenangan apa pun kepada pemerintah provinsi atau pun pusat,” tegas Lily. Tapi, kata Lily, masalahnya adalah pemberian kewenangan kepada daerah itu tidak dibarengi dengan pemberian dana.

nanang sutisna-Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data