Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Cikungunya Serang Tanah Sareal Bogor
25 Juli 2003


TEMPO Interaktif, Bogor: Sedikitnya 17 warga komplek Perumahan Kedung Badak baru, RT 02/-6, Tanah Saeral Kota Bogor diduga terserang penyakit Cikungunya. Kejadian ini sebenarnya telah berlangsung dalam sebulan terakhir ini tetapi warga yang terserang penyakit ini tidak mengetahui penyakit yang dideritanya karena gejalanya sama dengan flu.

Beberapa warga yang ditemui Tempo News Room, Jumat (25/7) siang di komplek tersebut mengatakan gejala penyakit tersebut memang seperti flu, namun setelah diperiksa ke rumah sakit ternyata gejala penyakit cikungunya yang disebabkan oleh nyamuk. Menurut Samsudin, 47 tahun, ia sempat dirawat selama 1 minggu di RS Azra, Kota Bogor, karena penyakit Cikungunya. Hal sama dialami Bambang dan keluarga, tetapi ia hanya berobat jalan. “Menurut dokter penyakit ini disebabkan oleh nyamuk. Kami diberikan obat-obatan,” kata Bambang. Saat ini keluarga Bambang sudah sembuh dari penyakit ini.

Sedangkan Ny Triemi, yang saat ini masih sakit pada bagian kakinya menceritakan prihal penyakitnya, malahan ia sempat dirawat selama dua minggu. “Semula saya kira di guna-guna orang, karena saya sempat tidak bisa jalan karena semua persendian lemas. Ternyata penyakit cikungunya,” jelas Triemi. Akibat penyakit tersebut menurutnya sampai saat ini ia berjalan tertaih-tatih.


Menurut catatan, di daerah ini pernah terjangkit penyakit yang sama sekitar April tahun 2002, saat itu puluhan warga di RW 0l Kedung Badak (seberang komplek Perumahan Kedung Badak baru) diserang penyakit aneh yang ternyata penyakit Cikungunya. Semua warga tidak mengetahui penyakit Cikungunya karena gejala yang dialami sama dengan flu, seperti , suhu badan panas tinggi, keram pada persendian tulang, setelah itu penderita akan kesulitan berjalan seperti lumpuh.

(Deffan Purnama—Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data