TEMPO Interaktif, MALANG: Sebuah lokomotif menabrak taksi hingga ringsek berat, Selasa (22/7) malam. Tak ada korban tewas kecuali sopir dan penumpangnya mengalami cedera ringan.
Insiden bermula ketika Taksi Mandala Argo bernomor polisi N-344-FX yang dikemudikan Akhiyah, 46 tahun, melintasi rel kereta api dekat Stasiun Kotalama, Kelurahan Kotalama Mergosono, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Menurut Akhiyah, ia sama sekali tak menduga akan ditabrak karena lokomotif itu tidak menyalakan lampu dan palang lintasan tidak diturunkan. Waktu itu ia sedang mengantarkan seorang penumpang dari arah Pasar Comboran menuju Terminal Gadang.
Akhiyah bersyukur sekaligus heran karena bisa selamat, mengingat taksi dengan nomor lambung 61 yang ia kendarai sempat terguling-guling dan terseret sejauh sekitar 15 meter setelah dihantam di bagian belakang pintu kiri. Taksi tercampak keluar lintasan.
"Saya tak tahu persis, Mas. Tahu-tahu taksi saya terguling beberapa kali hingga rusak. Saya sendiri tidak tahu bagaimana saya bisa selamat dan cuma mengalami luka-luka ringan begini," katanya pada Tempo News Room, yang menjumpainya di RS Panti Nirmala, yang berdekatan dengan lokasi kecelakaan.
Keterangan senada disampaikan Hadi Sucipto, 48 tahun, penumpang taksi. Lukanya tak begitu parah kecuali hidung, dan kaki kirinya sulit digerakkan. "Saya tak melihat ada tanda-tanda lokomotif yang mau lewat, tahu-tahu taksi yang saya tumpangi terguling-guling. Maaf, ya, karena saya tidak bisa mengatakan bagaiamana saya bisa selamat. Semuanya terjadi begitu saja," kata Hadi. Ia akan menuntut pihak PT Kereta Api untuk mengganti kerugian atas cedera yang ia alami. Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian membenarkan keterangan Akhiyat dan Hadi.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui masinis lokomotif dan penjaga lintasan. Warga setempat enggan meberi tahu nama penjaga pintu lintasan kereta api. "Yang pasti, orangnya baik, tapi gajinya kecil, sedangkan tugasnya berat begitu. Kasihan, kalau dia yang disalahkan, Mas," kata seorang warga dalam dialek Madura.
Seorang petugas dari Dinas Perhubungan yang berada di lokasi dengan mengenakan jaket hitam mengaku tak tahu-menahu mengenai insiden kecelakaan tersebut. "Saya sedang tidak bertugas, Mas. Silakan cari di tempat lain," sergahnya.
Sekitar 1,5 bulan lalu terjadi kecelakaan di lintasan kereta api. Sebuah Suzuki Katana terseret sejauh 200-an meter, tapi pengemudinya bisa selamat. Kecelakaan terjadi karena pintu lintasan tidak ditutup.
Abdi Purmono-Tempo News Room