Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Mahasiswa di Yogya Menyumbang Pendapatan Daerah Rp 2,94 Triliun
22 Juli 2003


TEMPO Interaktif, YOGYAKARTA: Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan mahasiswa yang kuliah di Yogya menyumbang pendapatan daerah (Produk Domestik Regional Bruto) sebesar Rp 2,94 triliun, atau 17,11 persen PDRB Provinsi DI Yogyakarta. Rata-rata per bulan Rp 244,86 milyar.

Ini merupakan sebagian kesimpulan hasil survei Bank Indonesia (BI) Yogyakarta tentang pengaruh perubahan pola pembeayaan perguruan tinggi terhadap beaya hidup mahasiswa di Yogyakarta. Hasil survei itu disampaikan Kepala Bidang Ekonomi Moneter Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Herdiana EW, kepada wartawan Selasa (22/7).

Herdiana menjelaskan, kontribusi terhadap PDRB DIY itu tersebar pada pelbagai kegiatan ekonomi khususnya perdagangan, restoran, perumahan atau sewa bangunan, angkutan dan transportasi, komunikasi, perbankan serta sektor jasa yang sebagian besar dinikmati pelaku usaha mikro dan kecil.

"Jika nilai Produk Domestik Regional Bruto DIY tahun 2003 ini mencapai Rp. 17,18 triliun, maka kontribusi mahasiswa dalam perekonomian di DIY mencapai 17,11 persennya," kata Herdiana.

Selama 2000 - 2002, kata Herdiana, biaya hidup mahasiswa di DIY mengalami kenaikan rata-rata mencapai 8,78 persen. Sedangkan pada tahun 2003, beaya hidup mahasiswa diperkirakan naik sebesar 9,12 persen dari Rp. 8,83 juta pada tahun 2002 menjadi Rp. 9,63 juta tahun 2003 per mahasiswa. Kenaikan ini, jelasnya, di antaranya berasal dari komponen SPP yang mencapai 11,11 persen.

Dalam survei yang dilakukan, kata Herdiana, kenaikkan lainnya berasal dari biaya pondokan sekitar 8,11 persen. Pada 2002 lalu, rata-rata pemasukan sewa per-mahasiswa per-tahun mencapai Rp. 1,55 juta, dan pada 2003 menjadi Rp. 1,68 juta. "Memang tidak semua kost atau pondokan mengalami kenaikkan, karena kenyataannya masih banyak mahasisiwa yang indekost dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp. 150 ribu per-bulannya," kata Herdiana.

Survei BI terhadap 12 perguruan tinggi besar di Yogyakarta, kata Herdiana, menunjukkan perguruan tinggi masih mengandalkan penerimaan SPP mahasiswa, seleksi ujian masuk dan kontrak kerja penelitian. "Tapi ada juga yang mengandalkan dari sumbangan mahasiswanya di luar SPP," kata Herdiana. Sedang perguruan tinggi negeri masih mendapat subsidi dari pemerintah dan bantuan luar negeri.

Hasil survey BI Yogyakarta pada 2000 menunjukkan sumbangan mahasiswa terhadap pendapatan daerah Yogyakarta sebesar Rp 1,15 triliun dengan jumlah mahasiswa mencapai 215.000 orang. Sedang pada 2003 ini, kata Taufik Saleh, staf pengolah data BI Yogyakarta, jumlah mahasiswa di Yogyakarta mencapai 290.000 orang.

syaiful amin-Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data