|
Nusa
Menghabiskan Dana Rp. 3 Miliar, Pejabat Jepara Diprotes
12 Juni 2003
TEMPO Interaktif, Jepara:Sejumlah aktivis LSM di Jepara, Jawa Tengah, memprotes kunjungan sejumlah pejabat, anggota DPRD, pengusaha dan wartawan ke Malaysia dengan menghabiskan dana sekitar Rp. 3 miliar. Para aktivis itu protes dengan cara membagi ribuan panflet kepada pengguna jalan di sepanjang jalan protokol kota Jepara.
Menurut Tabroni, Ketua Yayasan Pengembangan Masyarakat Jepara, kunjungan yang dibeayai Bupati Jepara itu dilakukan oleh 90 orang pejabat ekskutif, legislatif, pengusaha, LSM dan wartawan dengan dalih misi dagang. Kunjungan itu akan dilakukan tanggal 6 - 30 Juni. Rencananya, para aktivis LSM juga tersebut juga akan mendatangi Bupati dan DPRD Jepara pada tanggal 14 Juni. “Jika masih diteruskan, kami akan menuntut Bupati Hendro Martojo, mundur dari jabatannya,” ucap Drs. Tabroni.
Protes itu dilakukan karena tindakan pejabat di Jepara dinilai keterlaluan. Sebab pada Maret lalu, rombongan yang sama pernah melakukan perjalanan ke Malaysia, tapi hasilnya tidak dipertanggungjawabkan kepada publik. Bahkan dua minggu lalu, sejumlah istri pejabat dan anggota DPRD juga pergi ke Jakarta. “Dana yang mereka pakai itu ternyata berasal dari dana bantuan guru dan normalisasi sungai,” kata Tabroni.
Menurut keterangan Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Pemkab Jepara, Poniman, para pejabat dan unsurr tokoh masyarakat yang akan ke Malaysia itu terdiri 45 anggota dewan, 17 pejabat ekskutif, 12 dari LSM, 12 pengusaha, enam wartawan, dan tujuh staf Pemkab Jepara dan staf DPRD. Rombongan dibagi dua kelompok, gelombang pertama berangkat 16 Juni dan gelombang kedua berangkat 23 Juni. Semua beaya dibebankan pada anggaran APBD 2003-2004.
Poniman menolak, jika kunjungan ke Malaysia itu dikatakan sekadar melancong. “Misi dagang ini bagian dari rencana strategis bupati, dalam menyikapi perekonomian global,” ucap Poniman. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan sumber daya dengan cara memperluas wawasan, dan promosi produk-produk Jepara, seperti mebel dan kain ikat troso.
(Bandelan Amarudin-TNR)
|