TEMPO Interaktif, Banten:Wakil Gubernur Banten, Ny Atut Chosiyah akhirnya membatalkan rencana berkunjung ke Belanda untuk menghadiri Tong Tong Fair selama dua pekan. Pembatalan ini dilakukan setelah mendapat kritik tajam dari berbagai kalangan yang menilai bahwa kunjungan ke luar negeri tersebut menghamburkan uang yang berasal dari pengusaha senilai Rp 1,5 miliar
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten, Sulaeman Affandi dan Kepala Dinas Industri, Perdangan dan Koperasi Provinsi Banten, Sartono, membenarkan pembatalan rencana tersebut. "Dalam APBD 2003 memang tidak tercantum pos anggaran untuk kunjungan ke Belanda," kata Sulaeman Affandi.
Dikatakan oleh Affandi, munculnya gagasan kunjungan ke Belanda itu berawal dari seorang pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata yang kabarnya dikenal dekat dengan Ny Atut Chosiyah. Tetapi berhubung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten tidak menganggarkan kunjungan itu dalam APBD 2003, maka Ny Atut Chosiyah mengundang para pengusaha di hotel Imperial, Tangerang.
Dalam pertemuan yang dihadiri 20 pengusaha itu, setiap pengusaha "diwajibkan" menyumbang dana untuk kunjungan tersebut. Rencananya, kunjungan itu akan berlangsung dua pekan untuk menghadari acara Tong Tong Fair di Belanda.
Tetapi dana yang terkumpul ternyata tidak mencukupi, khususnya untuk biaya akomodasi dan perjalanan dari Indonesia ke Jerman dan Belanda.
Kepala Dinas Industri , Perdagangan dan Koperasi Provinsi Banten, Sartono membantah jika dikatakan rencana kunjungan ke Belanda itu hanya untuk menghadiri Tong Tong Fair di Belanda. Menurutnya, rencana kunjungan yang dipimpin Ny Atut Chosiyah ini untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang kesehatan, pertanian dan pendidikan dengan pemerintah Belanda. "Kalau dibatalkan begini, kami harus berupaya pejabat pemerintah Belanda yang datang ke Banten, untuk membicarakan kerja sama yang kami ajukan," kata Suhartono.
Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Amanat Bulan Keadilan (FABK) DPRD Banten, Yayat Suhartono menyesalkan rencana keberangkatan 13 pejabat ke Belanda itu. Rencananya rombongan akan berangkat tanggal 11 Juni 2003 ke Jerman menghadiri pameran dan promosi di sana dan dilanjutkan ke untuk melihat acara Tong Tong Fair di Belanda pada bulan Agustus. "Sebagai rakyat Banten, saya sakit hati. Coba kalau dana yang dari pengusaha itu untuk membangun sekolah dasar, tentu lebih bermanfaat,” kata Yayat
Tiga belas pejabat yang akan ke Belanda itu antara lain Ny. Atut Chosiah, Sulaeman Affandi, Suhartono, Asisten Daerah III Hilman, tiga anggota DPRD Banten, rombongan kesenian dan keluarga. Mereka sudah membuat visa untuk kunjungan tersebut.
Menurut catatan wartawan Tempo News Room, kunjungan serupa pernah terjadi tahun 2001. Tetapi kunjungan itu dibatalkan Departemen Dalam Negeri dengan alasan Indonesia tidak akan hadir dalam acara Tong Tong Fair yang memperingati berdirinya VOC, yang merupakan cikal bakal penjajahan di Indonesia. Meskipun kunjungan itu dibatalkan, tim kesenian tetap diberangkatkan. Namun hampir 60 % dana dari anggaran Rp. 2,5 milyar yang diambilkan dari APBD Banten itu tidak bisa ditarik kembali karena sudah terlanjur dibayarakan untuk pemesanan tempat-tempat wisata.
(Faidil Akbar)