Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Ribuan Buruh Pabrik di Banten Boikot Pendafataran Pemilih
06 Mei 2003

TEMPO Interaktif, Serang:Sekitar 12 ribu buruh pabrik di Cikande, Serang Timur, Provinsi Banten, mengancam memboikot pendaftaran pemilih dan pendataan penduduk berkelanjutan (P4B) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) di daerah ini.

Para buruh kecewa dengan sikap petugas P4B yang tidak mau mendatangi mereka untuk mendata. Mereka mengaku bosan menunggu karena sampai Selasa (6/5) belum juga didatangi petugas P4B. “Daripada lama menunggu lebih baik tidak usah didaftar sekalian. Kami juga sudah sepakat untuk memboikot bila ada petugas yang datang," kata Misnah, 37 tahun, buruh pabrik sepatu di Cikande, Selasa (6/5).

Cecep, buruh lain, juga mengutarakan hal yang sama. Karyawan PT Nikomas Gemilang Sakti Tbk ini mengaku 12 ribu rekannya sampai saat ini belum didata oleh petugas P4B. "Kami bahkan pernah merencanakan untuk mengadukan hal ini ke Dewan, tapi setelah dipikir lagi lebih baik diboikot sekalian. Biar saja kami tidak ikut pemilu," katanya.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Banten, Bambang Luarso, mengakui adanya keterlambatan pendataan bagi karyawan pabrik di daerah Cikande. "Tapi hari ini saya sudah memerintahkan BPS Kabupaten Serang untuk melakukan pendataan di sana," kata dia, Selasa (6/5).

Menurut dia, keterlambatan pendaftaran pemilih dan pendataan penduduk di wilayah Cikande karena tidak lengkapnya formulir P4B yang diterima dari Komisi Pemilihan Umum. Selain tidak lengkap, jumlah formulir itu jauh dari jumlah kuota yang ada.

Para karyawan itu sulit ditemui pada siang hari, kata Bambang, sehingga petugas pendata harus mendatanginya berulang-ulang kali. "Bayangkan saja, satu orang petugas harus mendata di tiga blok sensus. Kalau mereka hanya harus memprioritaskan karyawan yang sulit dihubungi itu, yang lain bisa tidak terdata.”

Saat ini, menurut Bambang, Provinsi Banten kekurangan 169 ribu lembar formulir, dengan perincian Kabupaten Serang kekurangan 15 ribu, Pandeglang 65 ribu, Kabupaten Tangerang 40 ribu, dan Kota Tangerang 49 ribu. "Untuk menutupi kekurangan ini, KPU akan mencetak 1,5 juta fomulir lagi," katanya.

Hingga Selasa siang (6/5), jumlah penduduk di Provinsi Banten yang telah didata mencapai 7.982.352 jiwa atau 92,59 persen dari 8,6 juta penduduk daerah ini. (Faidil Akbar-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data