|
Nusa
Minta Tebusan Rp 20 Juta, Siswi Kelas IV Diculik
27 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Solo:Penculikan anak dengan motif meminta tebusan uang terjadi di Solo. Kamis (27/3) pagi korban bernama Patricia Lintang Asterina, 10 tahun, siswi kelas IV SD Pangudi Luhur 3 Solo, ditemukan di sebuah ladang jagung di kawasan Gonilan, Sukoharjo.
Penculikan itu dilakukan ketika korban masih belajar di kelasnya. Ia dibawa pergi oleh seorang pria yang diidentifikasi berumur sekitar 40 tahun, dan diduga melibatkan lebih dari satu orang pelaku.
Keterangan yang dihimpun Tempo News Room menyungkapkan, kejadian itu bermula ketika Kepala Sekolah SD Pangudi Luhur 3, Lusianto, Rabu (26/3) lalu menerima telepon dari seorang wanita yang mengaku ibu korban.
Wanita itu mengatakan suaminya Bambang D.P. mengalami kecelakaan dan harus dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyo. Karena itu, ia akan menyuruh seseorang untuk menjemput Patricia di sekolah. Tidak lama kemudian, seorang laki-laki berbadan kurus datang ke sekolah menemui kepala sekolah akan menjemput korban. Untuk memperkuat alasan, ia membawa sepucuk surat yang mengatasnamakan Ny. Bambang.
Korban pun diserahkan kepada pria tersebut. Kepala sekolah maupun guru korban tidak curiga karena pada saat diajak pergi oleh pria itu, Patricia menurut saja tanpa bertanya-tanya apa pun.
Penculikan ini terungkap ketika pukul 13.00 WIB Bambang menjemput anaknya. Betapa kagetnya Bambang ketika diberi tahu anaknya sudah dijemput orang dengan mobil station. Sesampai di rumah, orang tua korban menerima telepon dari seorang laki-laki yang menyebut anaknya dalam penguasannya. Penculik akan melepaskan anaknya jika disediakan uang tebusan.
Warga Perum Klodran Indah ini kemudian melaporkan penculikan itu ke Polresta Solo. Polisi kemudian melakukan pelacakan dan menyadap telpon rumah korban. Pada pukul 16.00 WIB penculik kembali menelpon dan meminta tebusan Rp 20 juta.
”Saat itu kami sudah bisa melacak asal daerah penelepon yaitu wilayah Serengan. Kita sempat mengubek-ubek daerah itu, namun tidak berhasil,” ujar Kepala Satuan Reserse Polresta Solo Ajun Komisaris Masrur.
Penculik kembali menelepon dengan telepon seluler pada pukul 20.00 WIB. Saat itu pelaku mengatakan akan menyerahkan korban pada pukul 04.00 WIB esok harinya dengan ditukar uang. Percakapan tak berlangsung lama, karena hubungan telepon buru-buru diputus si penculik.
Di tengah kesibukan polisi melacak keberadaan korban, sekitar pukul 06.00 WIB Kamis (27/3) ini Patricia ditemukan oleh seorang ibu penjual makanan keliling di ladang jagung di kawasan Gonilan, Sukoharjo. Setelah ditanya alamatnya, korban diantar ke rumahnya.
Siang ini korban dibawa ke rumah sakit dr. Moewardi Solo untuk mendapat pemeriksaan. “Ia diduga masih shock. Kami masih menelusuri pelaku penculikan ini. Diduga para pelaku merupakan sindikat penculikan karena cukup rapi dalam beraksi,” kata Masrur. (Anas Syahirul)
|