|
Nusa
Ditemukan Jejak Manusia Kerdil di Jember
13 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jember:Rumor yang lama beredar di masyarakat tentang adanya manusia kerdil di kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri Jember mulai terkuak. Anang Ritarno, aktivis Kelompok Indonesia Hijau Jawa Timur, mengaku menemukan jejak manusia kerdil itu. ”Saya menemukan jejak manusia kerdil itu secara tidak sengaja,” kata dia di Jember, Kamis (13/3) siang.
Jejak manusia liliput yang ia temukannya di sekitar muara sungai Nanggelan, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, 13 Februari itu seukuran korek gas. Setelah diukur, panjang telapak kaki itu dari ujung jempol hingga tumit hanya 9,2 cm, lebarnya 2 cm, dan panjang jempol 1 cm.
Anang mengaku sebelumnya pernah dua kali menyaksikan manusia kecil itu, yaitu pada 1984 dan 1999. “Saat itu saya sedang mengikuti acara training mahasiswa pencinta alam di muara sungai sekitar Pantai Sukamade dan Pantai Nanggelan,” kata lelaki yang sering menjadi pemandu mahasisiwa pecinta alam itu. Tanpa sengaja, dirinya melihat delapan orang kerdil tengah bercengkrama di tepian sungai sambil menikmati udang hasil tangkapan mereka.
Dalam jarak 15 meter, Anang melihat manusia mini itu berambut gimbal sebahu, kulit hitam, tinggi badan sekitar 60-70 cm, tanpa busana, dan berjalan tegak layaknya manusia. “Begitu melihat kehadiran saya, mereka langsung melarikan diri masuk hutan,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga dialami oleh seorang anggota DPRD Jember, Herry Budi Ermawan. Anggota dewan yang punya hobi memancing itu mengaku dua kali menemukan jejak manusia mini itu, September 2002, di kawasan pantai Bandealit. “Ukurannya kira-kira seperti Ucok Baba di TV itu,” kata dia.
Saat hendak memancing di muara sebuah sungai, Herry melihat lima manusia kerdil juga sedang menangkap ikan dengan alat kecil mirip tombak. Namun beberapa saat kemudian, mereka melarikan diri begitu melihat kehadiran Herry. Seminggu kemudian, Herry kembali ke tempat itu dengan membawa kamera. Ia pun berhasil menjepret rombongan manusia mini itu dari jarak sekitar 10 meter. “Tetapi anehnya, setelah saya cuci cetak lima lembar film tidak ada gambar mereka, hanya latarnya saja.”
Sejumlah warga Jember ternyata juga kerap menemui manusia mini tersebut. “Hingga saat ini tercatat 45 orang warga sekitar taman nasional yang menyaksikan keberadaan mereka,” kata Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri Jember, Siswoyo.
Menurut dia, kabar adanya manusia mini itu telah sering didengar petugas taman nasional sejak setahun lalu, namun baru kali ini ada penemuan jejak mereka dan berhasil diabadikan dengan kamera. Masyarakat sekitar kawasan taman nasional menyebut manusia mini itu dengan sebutan wong wil atau siwil yang berarti orang kecil. (Mahbub Djunaidy-Tempo News Room)
|