Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Mayor Walter Akhirnya Meninggal
01 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Bandung:Kabar tentang Mayor Walter A Waroka (38), Kepala Seksi Intel Pengamanan Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, yang menembak kepalanya sendiri masih menyimpan misteri. Penyebab peristiwa itu masih gelap hingga korban meninggal dan jenazahnya diambil dari RS Hasan Sadikin untuk disemayamkan pada pukul 13.00 WIB di Paskhas TNI AU Bandung, Sabtu (1/3).

Tak ada satu sumber pun yang bersedia memberikan konfirmasi tentang motif peristiwa "bunuh diri" yang sebenarnya. Saksi utama, sang janda beranak satu, Ny.Lala (30), beserta keluarganya, kabarnya telah diamankan di Kesatuan Paskhas TNI AU sejak Kamis (27/2) lalu. Rumah Lala yang merupakan tempat korban dinyatakan "bunuh diri" berdasarkan keterangan versi Lala kepada polisi, langsung dijaga ketat empat orang berseragam preman.


Penjagaan secara ketat dilakukan pula di unit gawat darurat (UGD) RS Hasan Sadikin, Bandung, sejak korban dipindahkan dari RSU Cibabat. Tampak petugas intel berbaju preman yang jumlahnya diperkirakan lebih dari sepuluh orang terus mengawasi dan bertanya kepada siapa saja yang berusaha melihat ke ruang UGD.


Dokter dan paramedis yang sebelumnya ditugasi untuk mencari dan mengambil peluru dari kepala Walter juga bungkam. Bahkan wartawan, yang datang untuk mewawancarai orang tua korban dan meminta keterangan dari para pihak yang berkompeten, langsung diusir. Aparat Polres Bandung yang menerima laporan pertama dari Lala pada Kamis pagi atau tujuh jam setelah kejadian, juga tidak mau berkomentar.


Tempo New Room yang menyelinap ke bagian forensik RS Hasan Sadikin memperoleh informasi dari petugas tentang kondisi korban. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka akibat benda timah panas yang menembus kepala bagian belakang sebelah bawah (bagian otak kecil) yang kemudian menembus rahang kanan. Darah banyak mengucur dari daerah rahang dan leher.


Namun demikian, Kapten Rivai, Kepala Penerangan Paskhas TNI AU membantah ada upaya penembakan terhadap diri korban. "Ini kecelakaan murni," katanya saat dihubungi melalui telepon. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci tentang kecelakaan murni tersebut.


Dia juga membantah pernyataan bahwa korban meninggal di rumah pasangan selingkuhnya. Lala, kata Rivai, adalah mitra bisnis kesatuan yang selama ini membantu memasok kebutuhan peralatan tulis kantor. "Dia orang baik-baik dan dari keluarga baik-baik," katanya.


Ditanya soal penjagaan yang ketat dan hilangnya para saksi utama, Rivai mengelak dan menjawab tidak tahu. Menurutnya, penjagaan tersebut merupakan hal yang wajar-wajar saja. Pasalnya, korban adalah seorang perwira yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intel Paskhas TNI AU.


Seperti diberitakan sebelumnya,Walter A Waroka dikabarkan menembak kepalanya sendiri di rumah Lala, Kampung Sapan RT 06/02, Cipatik, Cililin, Kabupaten Bandung, Rabu (26/2) dini hari. Lala merasa terkejut dan membuka salah satu kamarnya setelah mendengar letusan. Lala mendapati korban sudah bersimbah darah.


Masih berdasarkan keterangannya kepada polisi, Lala menemukan korban di kamarnya dalam kondisi sudah terkapar dan menggenggam sebuah pistol FN Zeni kaliber 9 mm. Malam itu juga, Lala langsung membawa korban ke RSU Cibabat. Karena lukanya parah, korban lalu dilarikan ke RS Hasa Sadikin Bandung, Kamis (27/2) lalu.


Walter selama ini dikenal sebagai perwira intelijen aktif dan andal. Tempo News Room pernah menemui korban untuk sebuah wawancara atas kasus pembongkaran sindikat pembuatan dan jual beli senjata api rakitan jenis FN 45 pada Maret 2002.


Dari temuannya, Walter berhasil membekuk seorang anggota Paskhas berinisial HB (22) dan tiga anggota Komando Pemeliharaan Meterial (Kahormat). Selain itu, dibekuk pula anggota TNI AU yang bertugas di Lanud Husein Sastranegara berinisial Yt (46), SM (31) dan NC(29). (Upiek Supriyatun - Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data