Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Aktivitas Semeru Meningkat, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Tambah Petugas
29 Desember 2002

TEMPO Interaktif, Malang:Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTN BTS) menambah jumlah petugas sehubungan dengan makin meningkatnya aktivitas Gunung Semeru. Petugas tambahan sebanyak 10 orang itu ditempatkan di pos-pos pintu masuk ke Gunung Semeru, seperti Ranupane, Senduro (Lumajang), dan Tumpang (Malang). Penambahan tersebut dilakukan untuk mencegah para pengunjung yang nekad melakukan pendakian ke Gunung Semeru. “'Meski sudah dilarang, banyak pengunjung yang menerobos masuk,” kata Herry Subagiadi, Kepala BTN BTS, kepada Tempo News Room, Minggu (29/12).
Selain menambah jumlah petugas, lanjut Herry, pihaknya juga menyiagakan Tim Penolong. Tugas utama tim ini adalah melakukan evakuasi para pengunjung taman nasional. Namun, jika diperlukan, tim juga bisa dioperasikan untuk membantu daerah bencana. “Tim ini sifatnya fleksibel,” kata dia.

Dijelaskan, pihaknya sudah melakukan penutupan ke Gunung Semeru sejak 22 Desember lalu hingga waktu yang tidak terbatas. Penutupan dilakukan mulai dari Ranupani hingga Puncak Jonggring Saloka. Sedangkan untuk kawasan Bromo, Penanjakan hingga Ranupani masih bisa dikunjungi pengunjung.

Dalam urusan ini, Herry menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan dari petugas pengamat Gunung Semeru di Gunung Sawur, Candipuro, Lumajang, bahwa aktivitas Gunung Semeru terus meningkat. Jika sebelumnya hanya memuntahkan debu hingga ke wilayah Malang Selatan dan Lumajang, kini Gunung Semeru sudah memuntahkan lava hingga jarak 250 meter dari kawah.

Dalam laporan tersebut disebutkan data sismik alat seismograf menunjukkan telah terjadi gempa letusan sebanyak 87 kali dengan amplitudo maksimum 42 meter. Sedangkan gempa tektonik pendek terjadi sebanyak dua kali. Selain itu, terjadi pula gempa tektonik jauh sebanyak dua kali dengan amplitudo maksimum 3 - 3,5 meter, sekitar 38 - 75 detik. Sedangkan gempa tremor low yang berfrekuensi maksimum tiga meter terjadi sekitar 85 detik. Yang paling lama adalah gempa banjir selama 25 menit amplitudo maksimum 5 mm. (Bibin-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data