|
Empat Penderita AIDS di Buleleng Meninggal
Kamis, 07 Juli 2005 | 14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Singaraja:Selama bulan Mei hingga Juni 2005 empat penderita AIDS meninggal di Buleleng, Bali. Demikian dijelaskan Direktur RSUD Kabupaten Buleleng dr. Nyoman Mardana, SpB, di Singaraja, Kamis (7/7).
Nyoman mengatakan pemantauan terhadap penderita HIV/AIDS di Buleleng kini semakin mudah berkat adanya klinik Voluntery Conseling Therapy (VCT) yang dibuka sejak lima bulan lalu. Sejak klinik itu beroperasi, sudah 52 orang melakukan konseling. Dari jumlah itu, 24 orang di antaranya dinyatakan positif HIV. "Mereka yang terkena sebagian besar berprofesi sebagai sopir dan pekerja seks komersial," ujarnya.
Menurut Nyoman, penderita AIDS yang meninggal itu sudah menjalani perawatan lama. Namun karena belum ada obat efektif untuk melawan AIDS, keempatnya akhirnya meninggal.
Penderita HIV/AIDS yang memeriksakan dirinya di RSUD Buleleng berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Buleleng. Beberapa di antaranya juga berasal dari Jember, Banyuwangi, bahkan Jakarta. "Hal ini sudah mengkhawatirkan kita bersama. Apalagi peredaran narkoba di Buleleng sudah menempati ranking ketiga di Bali setelah Denpasar dan Badung," ujarnya.
Di seluruh Bali, sesuai data KPAD Provinsi Bali, hingga akhir tahun 2004 tercatat 3.000 orang penduduk Bali yang terinfeksi virus HIV. Diperkirakan pada tahun 2010 nanti 50 persen dari jumlah itu, atau sekitar 1.500 orang, akan menjelma menjadi penyakit AIDS.
Made Mustika
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|