Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Petani di Bali Protes PP 36/2005
Selasa, 07 Juni 2005 | 14:53 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Puluhan petani bersama aktivis mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Bali, Selasa (7/6). Mereka menentang penerapan Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Begitu tiba di lobi, mereka yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Sipil Bali (KMSB) segera melakukan orasi. Sejumlah spanduk dan poster pun dibentangkan. Dalam orasinya, I Made Sudiantara, petani dari Selasih, Ubud menyatakan PP itu harus ditolak karena petani penggarap yang hidup turun-temurun bisa diusir dari lahannya.

Puluhan Kepala Keluarga petani Selasih kini sedang menghadapi masalah, karena lahan mereka akan digunakan untuk kepentingan lapangan golf. "Padahal nenek moyang kami yang dulu membuka hutan untuk mendapat lahan," tegas Sudiantara.

Sementara itu Ngurah Karyadi dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indoensia, Bali menyatakan, PP tersebut lebih kejam ketimbang yang lama. Peraturan lama hanya menyebut dua cara untuk pengadaan tanah bagi kepentingan umum: pelepasan hak dan penyerahan hak. "Saya khawatir kasus-kasus penggusuran dengan cara paksa akan muncul lebih banyak lagi," ujarnya.

PP 36 antara lain menyatakan, dalam pengadaan tanah waktu musyawarah dilakukan paling lama 90 hari. Jika tak tercapai, pemerintah akan menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan. Bila pemilik tanah tetap tidak sepakat dengan ganti rugi yang ditawarkan atau menolak melepaskan tanahnya, pemerintah berwenang untuk mencabut hak kepemilikan tanah atas nama kepentingan umum.

Perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa. Sayang , dia mengatakan belum mengetahui adanya PP itu. Rofiqi Hasan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes anti Presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur di depan gedung DPR MPR, Jakarta Nopember 2000  Foto: Robin Ong/ Tempo. Demonstran dihadang polisi saat protes anti Presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur di gedung DPR MPR, Jakarta Senin 20 Nopember 2000  Foto: Robin Ong/ Tempo.
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Dituntut Cabut Perpres 36/2005
Kedubes Australia Jadi Sasaran Demo
Ratusan Pengusaha NTB Demo Kantor Pajak
Gedung DPR Kebobolan Aksi Demo
Buruh Garmen Tuntut Pembayaran Pesangon
Ratusan Orang Tuntut Pemerintah Cabut PP 36/2005
KPU Depok Segera Umumkan Pemenang Lelang Logistik
Calon Wali Kota Depok Dikawal Dua Polisi
Mahasiswa Tuntut Kejagung Usut Penjahat Perbankan
Kelompok Miskin Kota Demo ke Istana
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data