|
Bali
Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba Internasional
Kamis, 28 April 2005 | 15:37 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Seorang gembong narkoba internasional Man Sing Ghale telah ditembak oleh polisi hingga tewas. Penembakan buronan yang berasal dari Nepal itu dilakukan karena dia melakukan perlawanan saat ditangkap.
Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalahar BNN) Komisaris Jenderal Pol. Sutanto menyatakan hal itu di Denpasar, Kamis (28/4). "Dia adalah salah satu jaringan sindikat internasional yang terlibat peredaran narkoba dari segitiga emas dan area bulan sabit," sebutnya. Kepolisian berbagai negara seperti Thailand, Nepal, Indonesia dan Amerika sudah menyatakannya sebagai target operasi.
Menariknya, Sing Ghale juga diduga terkait dengan penangkapan sembilan tersangka kasus penyelundupan heroin yang berasal dari Australia yang tengah disidik Polda Bali.
Menurut Sutanto, ada data dan informasi bahwa Sing Ghale yang menyuplai barang itu sebelum dibawa ke Bali dari Jakarta. "Ini tengah kita selidiki kebenarannya," tegasnya.
Sing Ghale sendiri beberapa kali sudah tersangkut kasus kriminal di Indonesia. Tahun 2000 dia diproses karena kepemilikan senjata api ilegal yang ditangani Polres Tambora dan kemudian divonis empat bulan penjara.
Kasus terbesarnya adalah ketika di tahun yang sama dia berusaha menyelundupkan 16 kilogram heroin melalui pesawat British Airways yang akan berangkat ke Amerika. Tiga orang pelaku lainnya yang bernama Dani, Rani dan Erika tertangkap dan telah divonis mati. Tapi saat itu dia berhasil meloloskan diri.
Sutanto mengatakan, penyergapan dilakukan Satgas Narkoba BNN dan BNP DKI di rumah tersangka Taman Wisma Asri Blok CD RT 04/22 Teluk Betung. "Sekitar pukul 14.19 WIB dan dia melakukan perlawanan dengan senjata FN," sebutnya.
Sing Ghale tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Di rumah itu juga ditemukan kokain 576 kilogram, heroin 750 gram serta ecstasy 500 butir di ruang tidurnya.
Rofiqi Hasan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|