|
Bali
Bursa Sekjen PDI Perjuangan Menghangat
Rabu, 30 Maret 2005 | 15:25 WIB
TEMPO Interaktif, Sanur: Bursa perebutan orang kedua di PDI Perjuangan menghangat setelah Megawati Soekarnoputri hampir pasti kembali menjadi Ketua Umum. Sejumlah kader yang disebut-sebut sebagai kandidat sekretaris jendral antara lain Pramono Anung, Jacobus Mayongpadang, Sonny Keraf dan Cornelis Lay. Nama bekas kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono juga berhembus di arena kongres.
Mangara Siahaan Wakil Sekjen PDIP demisioner yang
menjadi ketua panitia Kongres menyatakan posisi sekjend dan bendahara akan menjadi hak prerogratif ketua
umum terpilih yang merupakan ketua formatur. Komisi
Organisasi yang bertugas membahas mekanisme pencalonan
ketua formatur, hanya dapat mengajukan usulan. "Usulan
yang berasal dari hasil konfercabsus disampaikan di
komisi organisasi," ujarnya, Rabu (30/3).
Kasak-kasuk yang beredar menyebutkan posisi sekretaris
jendral partai akan diisi kader dari kawasan Indonesia
timur. Selain itu, sejumlah persyaratan yang harus
dipenuhi sebagai sekjend adalah yang bersangkutan
masih berusia di bawah 50 tahun, dan berasal dari
unsur fusi partai. "Sekjend nantinya harus full time artinya tidak boleh merangkap sebagai anggota dewan," ujar seorang peserta konggres.
Mangara mengakui kuatnya desakan dari para utusan
untuk menempatkan kader partai dari kawasan Indonesia
timur sebagai sekretaris jendral. Menurut dia,
kriteria lain adalah yang bersangkutan harus bersedia
berdomisili di Jakarta. "Tetapi siapa orangnya, ya
ketua umum terpilih berhak untuk menentukan sendiri,"
tambah dia.
Menurut Mangara, ada kemungkinan komisi organisasi akan merekomendasikan pembentukan formatur jamak. Hanya saja, anggota formatur tersebut bukan dipilih peserta (floor) melainkan ditunjuk ketua formatur. Dikatakan, selain opsi tersebut ada juga opsi lain yang tetap memberikan kewenangan penuh kepada calon ketua umum terpilih. "Tunggu saja hasil paripurnanya, karena hasil sidang komisi organisasi pun belum tentu disetujui di paripurna," kata dia.
Imron Rosyid/Kukuh SW
INDEKS BERITA LAINNYA :
|