Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Kapolsek Sawan Mati Ditembak Istrinya
Senin, 21 Maret 2005 | 20:08 WIB

TEMPO Interaktif, Singaraja: Kapolsek Sawan, Buleleng, Bali, Ajun Komisaris Polisi Gede Sukarda, 49 tahun,
meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Singaraja, Senin (21/3). Sukarda meninggal
setelah ditembak secara bertubi-tubi oleh istrinya, Ketut Sunu, 45 tahun, dirumahnya
sendiri di Desa Kubutambahan sekitar 100 kilometer dari Denpasar.

Saat kejadian, dirumahnya hanya ada korban, istri dan satu anak bungsunya, Ketut Novi,
13 tahun, yang saat ini masih duduk dikelas satu SMP. Dari perkawinannya dengan Ketut
Sunu, Gede Sukarda memiliki empat orang anak. Atas kejadian tersebut, istri korban saat
ini diamankan di Mapolres Buleleng, untuk penyidikan lebih lanjut. Kapolres Buleleng,
AKBP Andi Ludianto, ketika diminta konfirmasinya menyatakan prihatin atas peristiwa
tersebut. "Saya prihatin sekali padahal prestasi anak buah saya terbilang bagus," kata dia.

Menurut saksi Ketut Novi, sekitar pukul 10.30 Wita, bapaknya baru saja pulang dari Polsek
Sawan. Setelah selesai mandi bapaknya dilihat sedang mengenakan pakaian kaos hendak kembali
lagi berangkat. Saat itu, Novi mendengar antara bapak dan ibunya saling bertengkar adu
mulut. Namun, Nofi tidak begitu menghiraukan. "Karena saya sendiri juga mau siap-siap
sekolah. Saya sekolah siang di SMP I Kubutambahan," katanya. Sembari berkemas hendak
sekolah, Nofi tiba-tiba dikejutkan dengan suara tembakan senjata sebanyak empat kali.
"Ya saya mendengar begitu, tapi saya tidak melihat," ujarnya, ketika ditemui di Mapolres
Buleleng, saat dimintai keterangannya sebagai saksi.

Setelah bunyi tembakan, para tetangga berdatangan untuk mengetahui peristiwa yang
sebenarnya. Mereka terkejut melihat Gede Sukarda sudah bersimbah darah dan meregang.
Kemudian beberapa tetangga dan keluarganya segera melarikan ke rumah sakit yang ada di
Singaraja. Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut korban meninggal. Setelah
diperiksa secara medis oleh petugas di rumah sakit, ternyata didalam tubuh korban masih
tersisa dua proyektil. Tapi, menurut keterangan polisi, istri korban sebenarnya menembak
korban sebanyak empat kali, tetapi yang dua masih di dalam badannya. Yang paling parah
adalah dibagian dada sebelah kanan tembus keatas tenggorokan. Awalnya pihak kepolisian mau
mengotopsi, tetapi karena pihak keluarga sudah mengikhlaskan maka tidak perlu otopsi lagi.
Hanya meminta rumah sakit mengeluarkan dua proyektil tersebut. Setelah dua proyektil
tersebut diambil maka jenasah dibawa pulang ke rumahnya di Desa Kubutambahan.

Made Mustika-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Mayat yang diduga sebagai korban penembakan misterius di Pondok Kelapa, Jakarta Timur [ Dok TEMPO/ Anizar M Jasmine; 15B/133/84; 20010417 ].

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Investor Asal Jepang Siapkan Investasi Teminal Rp 8 Triliun
Warga Kelapa Gading Desak Proyek Jembatan Dihentikan
Polisi: Penembakan di Rumah Jaksa Bukan Teror
Penembak di Rumah Jampidsus Masih Kabur
Terjadi Penembakan di Depan Rumah Dinas Jampidsus
Tiga Saksi Penembakan TKI di Malaysia, Hari Ini Diperiksa
Reka Ulang Penembakan TKI di Malaysia Hari Ini
Deplu Lambat Tangani Penembakan TKI
Pemerintah Didesak Selesaikan Kasus Jugun Ianfu
Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat Hampir Dua Kali Lipat
> selengkapnya...


Website

Kementerian Pemberdayaan Perempuan
Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data