|
Meski Nyepi, Umat Islam Tetap Bisa Salat Jum’at
Selasa, 08 Maret 2005 | 16:29 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar –:Meski pelaksanaan Nyepi yang jatuh pada Jum’at (11/3), umat Islam di Bali tetap bisa melaksanakan salat Jum’at. Hanya, disepakati pelaksanaannya jangan sampai mengganggu pelaksanaan prosesi penyepian.
Dalam seruan bersama yang dikeluarkan Lembaga-lembaga Umat Beragama Propinsi Bali disebutkan, salat Jum’at bisa dilakukan di masjid-masjid terdekat dari warga muslim dengan berjalan kaki dan tidak menggunakan sepeda motor. Umat Islam yang tempat tinggalnya jauh dari masjid dan musholla sekurang-kurangnya dengan jumlah 40 orang dapat melaksanakan salat Jum’at dengan menggunakan fasilitas selain masjid/musolla setelah dimusyawarahkan bersama aparat setempat.
Karena selama Nyepi, umat Hindu dan warga Bali dilarang bepergian, menghidupkan api dan listrik, serta kegiatan lainnya. Penggunaan pengeras suara dibatasi hanya untuk di dalam masjid. Sementara pengurus masjid dihimbau untuk menyiapkan khatib yang terdekat dari masjid untuk menghindari kemungkinan ketidakhadiran khatib yang biasanya.
Seruan bersama itu dikeluarkan berdasarkan pertemuan pimpinan umat beragama pada 3 Februari 2005 dan sudah mulai disosialisasikan sejak diputuskan. Menurut Kepala Kanwil Departemen Agama Bali, I Gusti Made Ngurah, seruan itu sudah diumumkan melalui media-massa sejak beberapa hari lalu dan ditandatangani pemuka agama, diantaranya Ketua PHDI Bali I Gusti Putu Rai Andayana dan Made Artha, Ketua MUI Bali HA Hasan Ali, Keuskupan Bali, Paskalis Widastra, Forum Komunikasi Umat Beragama IBG Wiyana, Walubi Bali IB Rahoela, MPAG Bali, Pdt Harry Waworuntu, Majelis Utama Desa Pekraman (adat) Bali I Wayan Suwena.
Kapoltabes Denpasar Kombes Dewa Made Parsana menegaskan pihaknya siap membantu menjaga pengamanan Nyepi. Guna ketertiban bersama ia berharap, semua pihak menghormati kesepakatan yang telah dibuat. Masyarakat diminta menghindarkan diri dari tindakan dan ucapan yang dapat merusak kerukunan antar umat beragama yang sudah berjalan baik selama ini. Guna pengamanan ketiga hari raya umat Hindu itu, Poltabes Denpasar mengerahkan dua pertiga personelnya atau sekitar 1.250 orang.
Pemuka agama Hindu bersepakat meniadakan pawai ogoh-ogoh (boneka raksasa yang melambangkan nafsu angkara murka-red). Namun di beberapa kawasan ada juga yang membolehkan pawai ogoh-ogoh. Seperti di kawasan Kuta, ogoh-ogoh akan mulai diarak di Pura Desa, melewati jalan di Jalan Raya Kuta, Jalan Singosari dan berakhir di kawasan Kuta Square. l rofiqi hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|