Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bali

Bali Bangun Proyek Pengolah Sampah Jadi Listrik
Selasa, 15 Pebruari 2005 | 15:27 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Proyek pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi listrik mulai dibangun di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Suwung Denpasar, Selasa (15/2). Pembangunan ini merupakan kerjasama empat daerah tingkat II di Bali, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) dengan investor PT Navigate Organic Energi Indonesia (PT NOEI) dari Inggris.

Ketua Badan Pengelola Kebersihan Sarbagita, Made Sudarma, mengatakan proyek ini akan menggabungkan tiga cara dalam mengelola sampah. Sampah lama dikelola dengan teknologi landfill, yakni, dengan mengumpulkan seluruh sampah lama dan menutup permukaannya dengan tanah. Lalu, lewat pipa yang dipasang di dalamnya, gas methan ditangkap dan digunakan untuk mengeringkan sampah.

Dalam beberapa tahun, kata Sudarma, sampah akan terdegradasi dan volume tumpukan akan mengempis. Cairan yang keluar dari sampah selama proses itu konon dijamin tak akan menjadi limbah karena ditampung dan dikelola dalam instalasi khusus water treatment.

Untuk sampah baru, prosesnya akan dipilah dulu. Sampah basah (macam kayu, daun, kertas) dicacah lalu dimasukkan dalam digester (pengering) yang nantinya menghasilkan biogas dan kompos. Teknologi ini dinamakan Anaerobic Digestion. Sedangkan sampah baru kering (seperti plastik) akan diolah dengan teknologi pirolisis dan gasification, yakni dengan pemanasan tinggi tanpa oksigen yang menghasilkan gas dan digunakan untuk menggerakkan turbin.

Teknologi itu , menurut Sudarma, tidak berisiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat. "Teknologi ini bukan Incinerator (pembakaran sampah). Jadi tidak perlu cemas," katanya.

Dengan mengolah 500 ton sampah per hari, instalasi ini sanggup mengalirkan listrik 5-8 Megawatt. PT NOEI berjanji membagi keuntungan penjualan listrik hasil olahan sampah pada PLN Bali dengan nilai US$1.000 per Megawatt. (Rofiqi Hasan)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tumpukan sampah di Legowa, Jakarta, 13 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/347/2001; 20010531]. Tambak ikan yang tercemar akibat limbah dari pabrik Mobil Oil di Landing, Loksukon, Banda Aceh. [TEMPO/ Munawir Chalil; 07D/308/1992; 20040717].
Pencemaran Limbah Mobil Oil
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR Minta PLN Tunjuk Auditor Independen Penghitungan Susut
PLN Berjanji Akan Terangi Desa Di Cisoka
Mancing di Banjir, Tewas Kepleset
Perhitungan Susut PLN Tidak Transparan
Demo ke Istana, Korban Sutet Tuntut PLN
Pemerintah Sahkan PP Ketenagalistrikan
Presiden Minta Sampah Segera Dibersihkan
DPRD Bekasi Panggil Dinas Kebersihan DKI Jakarta
PLTD Meulaboh Mulai Dihidupkan
Sebagian Penerangan Jalan Kota Tangerang Padam di Tahun 2004
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk32 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data